JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, menerima kunjungan delegasi Malaysian Chinese Association (MCA) yang dipimpin oleh Datuk Ir Laurence Low, di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi bilateral, khususnya dalam penempatan pekerja migran Indonesia yang terampil dan profesional di Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi, seperti perkebunan, transportasi, hospitality, hingga tenaga kesehatan, khususnya perawat di rumah sakit.
Mukhtarudin menyatakan, pemerintah Indonesia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penempatan pekerja migran.
Ia menekankan, ke depan pengiriman tenaga kerja tidak lagi berfokus pada sektor informal semata, melainkan diarahkan pada tenaga kerja berbasis kompetensi dan keahlian.
“Kami menyambut baik kunjungan dari MCA ini dan harapannya kita bisa bekerja sama secara konkret. Indonesia siap mengirimkan tenaga kerja yang terampil dan profesional di bidangnya, termasuk tenaga kesehatan seperti perawat yang saat ini sangat dibutuhkan,” ucap Mukhtarudin.
Transformasi skema penempatan pekerja migran menjadi tenaga kerja skilled workforce lanjutnya, merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing sekaligus perlindungan pekerja di luar negeri.
Untuk mendukung hal tersebut kata Mukhtarudin, KP2MI telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia.
“Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami memastikan calon pekerja migran tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan pemahaman budaya kerja di negara tujuan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua delegasi MCA, Datuk Ir Laurence Low, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pemerintah Indonesia. Indonesia dinilainya, memiliki potensi besar sebagai penyedia tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri di Malaysia.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan terus berkembang. Kebutuhan tenaga kerja di Malaysia, khususnya di sektor perkebunan, layanan, transportasi, dan kesehatan, masih sangat tinggi,” ujar Laurence Low.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama yang terstruktur dan berkelanjutan, termasuk dalam hal pelatihan, sertifikasi, serta mekanisme penempatan yang transparan dan saling menguntungkan kedua negara.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Malaysia, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia, baik dari sisi peningkatan keterampilan, kesejahteraan, maupun perlindungan,” harapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi kerja sama yang lebih konkret antara KP2MI dan MCA, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk mengisi posisi-posisi strategis di pasar kerja Malaysia dengan standar kompetensi global.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti pembahasan ini melalui mekanisme teknis, termasuk penyusunan skema kerja sama, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, serta penguatan sistem pelatihan dan sertifikasi yang terintegrasi. (ARMAN R)