HUMBAHAS, KLIK7TV.CO.ID – Jembatan penghubung antara Desa Sampetua dan Desa Batu Nagodang Siatas kini telah rampung dan resmi dapat dilalui kendaraan roda empat, menandai babak baru peningkatan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kehadiran jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Sebelumnya, akses penghubung kedua desa hanya dapat dilalui kendaraan roda dua atau pejalan kaki, dengan tingkat risiko cukup tinggi terutama pada musim hujan akibat kondisi jalan dan aliran sungai yang deras.
Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, mobilitas masyarakat kini menjadi jauh lebih lancar dan aman, sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi, sosial, serta pelayanan pemerintahan.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan sejalan dengan kebijakan nasional terkait penguatan konektivitas wilayah perdesaan.
Secara teknis, jembatan dibangun dengan mempertimbangkan standar keselamatan konstruksi, daya dukung beban kendaraan roda empat, serta ketahanan terhadap kondisi alam setempat.
Struktur jembatan dirancang agar mampu menopang kendaraan angkutan hasil pertanian dan logistik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan terbukanya akses kendaraan roda empat, distribusi hasil pertanian seperti kopi, jagung, padi, dan komoditas hortikultura kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan biaya yang lebih efisien. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani serta memperkuat rantai pasok dari desa ke pusat-pusat pemasaran.
Selain itu, jembatan ini juga membuka peluang pengembangan sektor lain seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jasa transportasi, serta potensi wisata desa yang sebelumnya sulit dijangkau.
Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, jembatan penghubung ini juga sangat penting dalam mendukung akses pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan. Masyarakat kini dapat menjangkau fasilitas sekolah, puskesmas, serta kantor pemerintahan dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan aman.
Dalam kondisi darurat, seperti evakuasi kesehatan atau penanganan bencana, keberadaan jembatan ini menjadi jalur vital yang sangat menentukan kecepatan respon.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun, dengan mematuhi ketentuan batas tonase kendaraan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak struktur bangunan. Pemeliharaan berkelanjutan sangat penting agar jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.
Masyarakat Desa Sampetua dan Batu Nagodang Siatas menyambut baik rampungnya pembangunan jembatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur desa.
Dengan berfungsinya jembatan penghubung Desa Sampetua–Batu Nagodang Siatas dan telah dapat dilalui kendaraan roda empat, diharapkan terwujud desa yang lebih maju, mandiri, dan terhubung, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.(HRP)