MEDAN, KLIK7TV..CO.ID – Rasa bangga dan Rasa Syukur atas kelulusan 707 siswa-siswi Kelas XII dari 14 konsentrasi keahlian di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan yang diumumkan secara online, Senin sore (4/5/2026).
“Alhamdulillah, berdasarkan ketentuan kriteria dan syarat-syarat serta hasil rapat pleno yang dipimpin langsung Kepala sekolah Bapak Daulat Siregar MPd dinyatakan siswa lulus 100 persen,” kata Waka Kesiswaan SMKN 1 Percut Sei Tuan Sukirman saat ditemui awak media.
Ia juga mengaku untuk nilai rata-rata yang diperoleh siswa-siswi baik dan memenuhi semua persyaratan. Semua murid dengan tahapan-tahapan serta jadwal yang telah ditentukan berdasarkan runtut harus menuntaskan proses pembelajaran.
“Peserta didik telah menyelesaikan tahapan-tahapan penilaian dari ujian semua mata pelajaran, tes kemampuan akademik (TKA), asesmen sekolah dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) serta penilaian karakter budi pekerti,” ujarnya.
Guna menghindari kerumunan anak konvoi yang berpotensi terjadinya aksi tawuran dan kejadian yang tak diinginkan maka Cabdis Wilayah I telah menginstruksikan agar pengumuman kelulusan siswa kelas 12 secara online dan para siswa dilarang datang ke sekolah.
“Nanti peserta didik yang dinyatakan lulus akan diinformasikan untuk Surat Keterangan Lulus (SKL) ada Barcode untuk anak-anak dan bisa print langsung sehingga lebih efisien. Sementara untuk pembagian ijazah akan diinformasikan lebih lanjut,” terang Sukirman.
Karenanya, dia mengimbau kepada anak didik yang sudah dinyatakan lulus dari sekolah tetap fokus pada apa yang telah menjadi kultur SMKN 1 Percut Sei Tuan yaitu Bekerja, Melanjutkan kuliah, Wirausaha (BMW).
“Silahkan bekerja di perusahaan sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki dan niat yang baik. Silahkan kembangkan ilmu dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebanyak 52 orang lulus di jalur SNBP dan 50 orang sudah mengikuti UTBK-SNBT serta jalur Seleksi Nasional Mandiri (SNM),” ujarnya.
Sukirman juga menambahkan bagi siswa-siswi tamatan SMKN 1 Percut Sei Tuan yang mau berwirausaha merupakan peluang yang baik manakala Indonesia itu juga membutuhkan tenaga-tenaga baru dan alternatif.
“Berwirausaha kita tidak bekerja di industri, tidak melanjutkan ke perguruan tinggi tapi kemudian kita mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Misalnya saja berdagang kemudian berjualan lewat website secara online atau lewat media sosial (medsos),” paparnya.
Reporter : Marlan Pasaribu