Home Headnews KP2MI Fasilitasi Wawancara Calon Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor Hospitality di Turkiye

KP2MI Fasilitasi Wawancara Calon Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor Hospitality di Turkiye

Share
Share

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID -Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memfasilitasi wawancara langsung antara Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan pemberi kerja dari Turkiye untuk peluang kerja di sektor hospitality.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja luar negeri sekaligus memastikan kompetensi calon pekerja sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja di negara penempatan.

Wawancara tersebut dihadiri perwakilan pemberi kerja di bidang perhotelan Turkiye, beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta Pasim Go Global Migrant Center. Dalam kegiatan ini, pemberi kerja dari Turkiye datang langsung untuk mewawancarai para Calon Pekerja Migran yang mengikuti proses seleksi.

Sekretaris Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), Sri Andayani, membacakan sambutan Direktur Jenderal P3KLN Dwi Setiawan Susanto. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Global.

Peningkatan daya saing pekerja migran, menurutnya, tidak cukup hanya melalui penguasaan bahasa dan keterampilan teknis. Persiapan kompetensi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemberi kerja, mulai dari proses seleksi hingga penempatan.

“Wawancara ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kualifikasi dan kompetensi calon pekerja sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja. Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional,” demikian sambutan yang dibacakan Sri Andayani di KP2MI pada Minggu (1/11/2026).

Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa perluasan peluang kerja luar negeri harus diiringi tata kelola penempatan yang baik serta jaminan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia. Keberhasilan penempatan tidak hanya diukur dari jumlah pekerja yang diberangkatkan, tetapi juga dari kepastian bahwa prosesnya berjalan secara prosedural, aman, dan sesuai ketentuan.

Yani turut menyampaikan pesan agar calon pekerja memahami informasi mengenai proses penempatan, hak-hak pekerja, serta mekanisme perlindungan sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri. Seluruh pihak yang terlibat, termasuk penyelenggara, mitra penempatan, dan pemberi kerja, diharapkan memastikan setiap tahapan berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel.

Kepada para peserta wawancara atau Calon Pekerja Migran, Sri Andayani juga berpesan agar menunjukkan kemampuan, keterampilan komunikasi, kedisiplinan, profesionalisme, serta kesiapan mental selama mengikuti proses seleksi.

“Bekerja di luar negeri tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental. Mentalnya harus mental baja,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke tahapan seleksi berikutnya, pemenuhan persyaratan, hingga fasilitasi penempatan sesuai kebutuhan pemberi kerja dan ketentuan yang berlaku. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, P3MI, serta pemberi kerja dinilai penting untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. (ARMAN R)

Share
Related Articles

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, mengajak generasi muda...

Penanggulangan Karhutla di Palembang, Satgas Udara Semai 7,2 Ton Bahan Operasi Modifikasi Cuaca

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – TNI bersama BMKG dan instansi terkait lainnya terus meningkatkan...

TNI Semai 11 Ton Bahan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan tugas...

Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 20 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palembang

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – TNI terus mengintensifkan pengiriman pasokan logistik Operasi Modifikasi Cuaca...