JAKARTA TIMUR – Kondisi bekas galian PAM Jaya yang diduga tidak ditimbun dan dipadatkan secara maksimal kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa bulan, bekas galian tersebut mengalami penurunan tanah hingga menyebabkan permukaan jalan tidak rata dan berlubang.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Haji Ali, Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/10/2026). Kondisi jalan yang amblas mengakibatkan sebuah truk bermuatan berat terjeblos saat melintas dan memicu kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.
Menurut Basuki, Kasatpel Perhubungan Kecamatan Pasar Rebo, pihaknya menerima permintaan bantuan dari warga melalui Call Center 1500813 untuk mengurai kemacetan dan mengatur lalu lintas di sekitar Kampus Gedong karena terdapat truk yang terjeblos.
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satpelhub Pasar Rebo bersama tim piket Satpelhub Kramat Jati langsung melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi. Proses evakuasi kendaraan juga mendapat bantuan dari warga sekitar.
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, proses evakuasi berjalan lancar. Dalam waktu kurang dari satu jam, kendaraan berhasil dievakuasi dan penanganan selesai sekitar pukul 21.20 WIB.
Sementara itu, sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, pada Sabtu pagi (31/10/2026), tim PAM Jaya bersama petugas Bina Marga direncanakan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan terhadap kondisi jalan yang amblas.
Bekas Galian Jangan Sekadar Ditimbun
Kejadian ini menjadi perhatian serius terhadap kualitas pekerjaan pemulihan jalan setelah penggalian jaringan utilitas. Penimbunan bekas galian tidak cukup hanya dengan menguruk tanah, tetapi harus dilakukan pemadatan sesuai standar teknis dan mengembalikan kondisi permukaan jalan seperti semula.
Pasalnya, bekas galian yang tidak dipadatkan secara maksimal berpotensi mengalami penurunan tanah setelah beberapa bulan, terlebih jika terus-menerus dilalui kendaraan berat.
Masyarakat berharap PAM Jaya dan instansi terkait segera melakukan perbaikan secara menyeluruh serta mengevaluasi pekerjaan bekas galian lainnya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Jangan sampai bekas pekerjaan galian justru menjadi ancaman bagi pengendara dan sumber kemacetan di kemudian hari.(Jiston)