Home Headnews Diduga Asal Jadi! Pekerjaan Turap Rp 4,4 Milliar Di Kelapa Hybrida Tak Sesuai Spesifikasi, Besi Berkarat Tetap Dicor.

Diduga Asal Jadi! Pekerjaan Turap Rp 4,4 Milliar Di Kelapa Hybrida Tak Sesuai Spesifikasi, Besi Berkarat Tetap Dicor.

Share
Share

‎
JAKARTA UTARA, http://KLIK7TV.CO.ID – Pekerjaan Perbaikan Turap Saluran PHB di Jl. Raya Kelapa Hybrida 8, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

‎Berdasarkan papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut bernilai *Rp 4.495.219.955,-* bersumber dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, dilaksanakan oleh *CV ARETA JAYA*, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender mulai 29 Juli 2026 hingga 25 November 2026.

‎Namun fakta di lapangan yang terekam pada *23 September 2026 Pukul 14:19:15 WIB*, menunjukkan kondisi pembesian turap yang memprihatinkan. Besi tulangan terlihat sudah *berkarat parah, kotor, dan terendam air genangan saluran*, namun tetap dipasang dan siap dicor.

‎Selain itu, bekisting terlihat menggunakan kayu seadanya tanpa perkuatan yang layak dan tanpa lantai kerja yang bersih. Kondisi tersebut dinilai tidak memperhitungkan kualitas dan kekuatan struktur jangka panjang.

‎Sesuai standar teknis pekerjaan turap, besi yang berkarat harus dibersihkan atau tidak boleh digunakan karena dapat mengurangi daya lekat antara besi dan beton, serta mempercepat proses korosi di dalam beton yang dapat menyebabkan keretakan dan kerusakan dini pada turap.

‎Masyarakat sekitar menyayangkan pekerjaan dengan nilai miliaran rupiah tersebut dikerjakan dengan metode yang terkesan asal jadi. Mereka berharap pihak Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara sebagai pemilik kegiatan dan Konsultan Pengawas *Misbah Hasanudin, ST* agar lebih ketat dalam pengawasan kualitas di lapangan.

‎Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana CV Areta Jaya belum dapat dikonfirmasi terkait temuan di lapangan tersebut.

‎Berdasarkan spesifikasi umum pekerjaan Sumber Daya Air, berikut tahapan yang wajib dipenuhi kontraktor pelaksana:

‎1. Material Besi Tulangan Harus Bersih dan Layak

‎Besi beton yang digunakan wajib baru, tidak berkarat berat, tidak berminyak dan tidak berlapis lumpur. Jika terdapat karat ringan, wajib dibersihkan dengan sikat baja. Besi yang sudah berkarat parah dan keropos *wajib ditolak dan tidak boleh dipasang*. Penyimpanan besi harus di atas alas kayu dan tertutup terpal, tidak dibiarkan tergeletak di tanah atau terendam air


2. Wajib Ada Lantai Kerja (Lean Concrete)

‎Sebelum pembesian dipasang, dasar galian harus diberi lantai kerja setebal 5 cm dari beton kurus (K-125) agar besi tidak langsung bersentuh dengan tanah dan air, serta untuk menjaga kebersihan dan elevasi.

3. Bekisting Harus Kuat dan Rapat

‎Bekisting tidak boleh dari kayu bekas lapuk seadanya. Harus kuat, rapat, tidak bocor, dan dilapisi pelumas bekisting agar hasil cor rata dan tidak keropos. Perkuatan harus mampu menahan tekanan beton cor.

‎4. Jarak Selimut Beton (Concrete Cover)*

‎Harus ada jarak minimal 5-7 cm antara besi dengan tanah/bekisting menggunakan beton decking / tahu beton. Tujuannya agar besi terlindungi sempurna oleh beton dari korosi dan air saluran. Dalam temuan di lapangan, besi sering dibiarkan menempel tanah.

‎5. Pengecoran Harus Sekaligus dan Dipadatkan*

‎Pengecoran turap harus menggunakan mutu beton sesuai RKS (minimal K-250 / K-300) dan dipadatkan menggunakan vibrator agar tidak keropos dan tidak ada rongga. Tidak boleh dicor dalam kondisi tergenang air kotor.

‎Apabila semua tahapan tersebut dilaksanakan sesuai spesifikasi, maka turap akan kuat, rapi, dan memiliki umur konstruksi puluhan tahun tanpa jebol atau miring.

‎‎Pekerjaan turap yang asal jadi dengan menggunakan besi berkarat yang terendam air tanpa lantai kerja dan bekisting seadanya, dipastikan tidak akan bertahan lama dan merugikan keuangan negara.

‎

‎Diharapkan konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih ketat melakukan pengawasan agar kualitas pekerjaan APBD senilai miliaran rupiah benar-benar sesuai spesifikasi.

‎‎Masyarakat sekitar menyayangkan pekerjaan dengan nilai miliaran rupiah tersebut dikerjakan dengan metode yang terkesan asal jadi. Mereka berharap pihak Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara sebagai pemilik kegiatan dan Konsultan Pengawas *Misbah Hasanudin, ST* agar lebih ketat dalam pengawasan kualitas di lapangan.

‎

‎*[TIM REDAKSI http://KLIK7TV.CO.ID]

‎

‎—

‎

‎

Share
Related Articles

Silaturahmi Penuh Jelang HUT TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Ingatkan tentang Profesionalisme Prajurit

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Perwira Staf Ahli (Pasahli) Tk. III Bid. Banusia Panglima...

Pesan Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto : TNI Harus Terus Menjadi Pelopor Perjuanngan Bangsa Meraih Kejayaan

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen...

Panglima TNI Resmikan KRI SRIWIJAYA-100, Perkuat Pertahanan Maritim

JAKARTA, KLIK7TV .CO.ID – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara...

BP3MI Kalimantan Utara Gagalkan Keberangkatan 139 CPMI Non-Prosedural

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara...