JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk sejak masa kehamilan. Hal tersebut mendorong Puskesmas Kecamatan Ciracas menghadirkan inovasi KELANTING 1000 (Kenali dan Cegah Stunting di 1.000 Hari Pertama Kehidupan).
Inovasi tersebut memadukan edukasi, pemantauan kesehatan dan gizi, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencegahan stunting selama periode 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas, dr. Sahiyatun Nawiyah, mengatakan KELANTING 1000 dirancang untuk mendampingi keluarga dalam mengenali dan mencegah berbagai risiko masalah gizi sejak dini.
“Melalui inovasi ini, sasaran yang berisiko mengalami masalah gizi dapat dipantau secara lebih berkelanjutan. Pemantauan mencakup ibu hamil dengan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK), serta balita yang mengalami gizi kurang maupun weight faltering,” ujarnya.
Menurut Sahiyatun, salah satu keunggulan KELANTING 1000 terletak pada pemanfaatan platform digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus mendukung pemantauan kesehatan dan gizi keluarga.
“Masyarakat dapat mengakses berbagai informasi melalui website KELANTING 1000 dengan mudah melalui pemindaian kode batang atau barcode,” jelasnya.
Selain menyediakan edukasi, KELANTING 1000 juga dilengkapi fitur Ketumbar (Kalkulator Status Gizi dan Kalori). Fitur tersebut memberikan informasi mengenai status gizi dan kebutuhan kalori secara praktis sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung edukasi serta pemantauan gizi keluarga.
“Tidak berhenti pada edukasi, KELANTING 1000 juga menghadirkan Ketumbar sebagai salah satu fitur pendukung. Fitur ini membantu memberikan informasi mengenai status gizi dan kebutuhan kalori secara lebih praktis,” tambahnya.
Dari sisi pelayanan kesehatan, sistem tersebut juga membantu tenaga kesehatan melakukan pemantauan sasaran secara lebih terstruktur, termasuk memberikan pengingat jadwal kontrol. Dengan demikian, keluarga diharapkan dapat melakukan pemantauan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kita ingin pencegahan stunting dilakukan sedini mungkin, bukan menunggu sampai anak mengalami masalah pertumbuhan. Karena itu, keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan lintas sektor perlu bergerak bersama,” tutur Sahiyatun.
Inovasi KELANTING 1000 juga mendapat apresiasi setelah meraih Juara 2 dalam ajang East Jakarta Health Innovation Day (EJHID) 2026. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Puskesmas Kecamatan Ciracas untuk terus mengembangkan inovasi sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Sementara itu, Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan kehadiran KELANTING 1000 diharapkan dapat memperkuat digitalisasi pemantauan, meningkatkan peran kader dan keluarga, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting.
“Hadirnya KELANTING 1000 diarahkan untuk semakin memperkuat digitalisasi pemantauan, peran kader, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ucapnya.
Ritonga menambahkan, KELANTING 1000 membawa pesan penting bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengenali faktor risiko sejak dini dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan.
“Karena mencegah stunting bukan hanya tentang menurunkan angka, tetapi tentang menjaga setiap anak agar dapat tumbuh, berkembang, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.@Ref