Siapkan Tenaga Kerja Terampil, Lapas Cipinang Perkuat SOP dan Disiplin Kerja Warga Binaan

JAKSRTA, KLIK7YV.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui penguatan disiplin kerja dan pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi Warga Binaan yang akan terlibat dalam kegiatan kerja, Senin (4/5). Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap proses kerja berjalan optimal, terarah, dan berorientasi hasil.

Kegiatan diawali dengan pengarahan terkait tata tertib, tanggung jawab, serta etos kerja yang harus dimiliki oleh Warga Binaan. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada berbagai unit kegiatan kerja, sekaligus dibekali pemahaman menyeluruh mengenai alur kerja dan standar operasional yang harus dijalankan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan setiap kegiatan kerja berjalan optimal dan terukur. Kunci utamanya adalah disiplin terhadap SOP, karena dari situ terbentuk kebiasaan kerja yang tertib, konsisten, dan profesional. Ini adalah bekal utama bagi Warga Binaan untuk siap kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Lapas Cipinang berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas dan pemenuhan hak Warga Binaan yang terlibat sebagai tenaga pendamping (tamping).

“Selain memastikan kegiatan kerja berjalan baik, kami juga berkomitmen memperhatikan hak-hak tamping pekerja, termasuk pemberian premi secara proporsional serta peningkatan kontribusi terhadap PNBP. Ini penting agar pembinaan kemandirian tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan nilai manfaat yang nyata,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menekankan bahwa penguatan SOP menjadi kunci keberhasilan program kemandirian.

“Dengan memahami SOP, Warga Binaan dapat bekerja lebih terarah, meminimalisir kesalahan, dan menjaga kualitas hasil produksi. Ini menjadi dasar agar seluruh kegiatan kerja dapat berjalan berkelanjutan dan memiliki standar yang jelas,” ungkapnya.

Selain aspek teknis, sesi motivasi juga diberikan untuk membangun kesadaran bahwa setiap pekerjaan merupakan bagian dari proses perubahan diri. Pendekatan ini bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, ketekunan, dan semangat untuk terus berkembang.

Salah satu Warga Binaan, RZ, mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami proses kerja secara lebih utuh.

“Kami jadi tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menjalankannya dengan benar. Tidak hanya bekerja, tapi juga belajar disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya.

Melalui penguatan SOP, motivasi kerja, serta perhatian terhadap hak tamping, Lapas Cipinang memastikan program kemandirian berjalan tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan produksi dan pemasaran hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan UMKM.

Dengan pendekatan tersebut, pembinaan kemandirian di Lapas Cipinang tidak hanya mencetak keterampilan, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin, profesional, dan siap bersaing—sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA.@BMH

Pos serupa