By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: KemenP2MI Dorong Transformasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Ekonomi > KemenP2MI Dorong Transformasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia
Ekonomi

KemenP2MI Dorong Transformasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Arman Naker
Last updated: September 18, 2025 7:29 pm
Arman Naker
10 months ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Direktur Jenderal (Dirjen) Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Dwi Setiawan Susanto menegaskan, pentingnya transformasi tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan pasar kerja global.

Hal ini disampaikan Dwi dalam Forum Roundtable Decision yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha serta CEO Panasonic Rachmat Gobel yang digelar di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana menata kembali kesesuaian (matching) antara kebutuhan tenaga kerja (demand) dan ketersediaan tenaga kerja Indonesia (supply).

“Permintaan pekerja kerja migran di banyak negara jumlahnya besar, bahkan di Jepang saja dalam lima tahun ke depan terdapat sekitar 850 ribu peluang kerja. Namun Indonesia baru mampu menempatkan sekitar 297 ribu pekerja migran Indonesia di tahun 2024. Ini menunjukkan perlunya integrasi sistem dan pemetaan sektor agar supply kita bisa menjawab demand yang ada,” ujar Dirjen Dwi.

Dirjen Dwi menjelaskan, hingga kini penempatan pekerja migran Indonesia masih didominasi oleh sektor domestik, yakni sekitar 80 persen. Padahal, pekerja migran Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di sejumlah sektor formal, seperti kesehatan, manufaktur, konstruksi, pertanian, hingga hospitality.

“Perawat kita dikenal punya empati dan keterampilan, sehingga mulai membentuk brand hospitality. Artinya, kita sudah memiliki modal untuk masuk ke sektor-sektor formal dengan level keterampilan lebih tinggi,” ujar Dwi.

Untuk itu lanjutnya, KemenP2MI menyiapkan strategi transformasi melalui penguatan market intelligence, pemetaan sektor per negara, serta peningkatan keterampilan berbasis standar internasional.

Selain itu kata Dwi, peran Atase Ketenagakerjaan RI di luar negeri juga akan diperkuat untuk mengidentifikasi kebutuhan langsung dari pengguna di sektor manufaktur, kesehatan, maupun industri lain.

“Kuncinya adalah membangun database yang solid, lalu mencocokkan dengan supply tenaga kerja dari Indonesia yang juga harus berbasis potensi geografis dan karakteristik daerah,” jelasnya.

Dwi menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dioptimalkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja global, terutama di negara-negara dengan populasi menua (ageing population).

“Di sinilah pentingnya link and match antara pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi, dan kebutuhan kompetensi di negara tujuan,” tegasnya.

Beberapa negara atau kawasan tujuan pekerja migran Indonesia masih didominasi Taiwan, Malaysia, Jepang, Korea, dan Hongkong. Namun, peluang penempatan di negara-negara lain terus terbuka, seperti Jerman serta Kanada.

“Ini saatnya kita melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia adalah skilled worker dengan kompetensi terukur dan sertifikasi internasional. Transformasi ini kunci agar perlindungan meningkat, dan PMI kita mampu bersaing di pasar kerja global,” tutup Dwi. (ARMAN R)

You Might Also Like

May Day 2026, Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja
KemenP2MI Kawal Sampai Kampung Halaman Pemulangan 33 Pekerja Migran dari Malaysia ke Indonesia
Arion Suites Kemang Jakarta Luncurkan Program Berbuka Puasa bertajuk “Berkah Ramadan – Cita Rasa Nusantara”
Kemnaker dan Pertamina Jajaki Kerja Sama Pelatihan HSE dan Operator SPBU
Bukan Sekadar Seremoni, Pelepasan Pekerja Migran ke Korea Wujud Nyata Perhatian Pemerintah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Samsu Umar Abdul Samiun Oleh Pengadilan Dinyatakan Bangkrut (Pailit) dan Seluruh Asetnya Terancam Dijual
Next Article Tonkat Komando KRI Teluk Amboina-503 Resmi Berganti
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?