Home Ekonomi Menteri Karding dan 5 Pemda di Sulteng Sepakati MoU Pelindungan PMI : Bangun Sistem Migrasi Aman dan Terpadu

Menteri Karding dan 5 Pemda di Sulteng Sepakati MoU Pelindungan PMI : Bangun Sistem Migrasi Aman dan Terpadu

Share
Share

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Upaya memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan secara menyeluruh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama antara KemenP2MI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemrov Sulteng) dan lima kabupaten/kota di Negeri Seribu Megalit tersebut, yakni Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso dan Palu.

Dalam sambutannya setelah penandatangan MoU itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, langkah ini bertujuan membangun sistem migrasi tenaga kerja yang aman, legal, dan terpadu, sekaligus mencegah praktik perdagangan orang yang masih marak terjadi di kantong-kantong migran daerah.

“Kita tidak ingin ada lagi warga Indonesia, khususnya dari Sulawesi Tengah, yang menjadi korban perdagangan orang atau bekerja ke luar negeri secara ilegal karena ketidaktahuan atau dimanfaatkan oleh calo,” tegas Menteri Karding di Gelora Bumi Kaktus (GBK), Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (10/6/2025).

Menteri Karding menjelaskan, selama ini masih banyak pekerja migran yang berangkat tanpa prosedur atau ilegal karena daerah asal belum memiliki sistem yang mendukung migrasi aman. Melalui MoU ini, KemenP2MI ingin memperkuat infrastruktur layanan migrasi mulai dari tingkat desa, sekolah, hingga kabupaten.

“Kalau sistem migrasi ini dibangun dengan baik, maka anak-anak kita bisa bekerja ke luar negeri dengan pelindungan penuh, mendapat hak yang layak, dan bisa kembali dengan keterampilan dan pengalaman yang berguna,” terang Karding.

Menteri Karding yang juga putra daerah Sulawesi Tengah menekankan, kerja sama antara pusat melalui KemenP2MI dengan Pemerintah Daerah (Pemda) tidak boleh berhenti di penandatanganan MoU saja, tetapi harus dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan.

“Kita harus punya data yang jelas, layanan migrasi yang aktif, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pengiriman ilegal. Negara harus hadir sebelum warga kita berangkat, bukan hanya setelah ada masalah,” ujar Karding.

MoU ini juga membuka jalan bagi pembentukan Migran Center di berbagai kabupaten/kota yang akan menjadi pusat pelatihan, informasi, dan layanan satu pintu bagi calon pekerja migran.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula Deklarasi Bersama Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Agus Nugroho yang disaksikan langsung oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan kepala daerah.

“Kami Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama masyarakat dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berkomitmen untuk mencegah dan memberantas penempatan pekerja migran Indonesia ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ujar Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. (ARMAN R)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Horison Arcadia Wahid Hasyim Hadirkan Social Event Package,Wujudkan Momen Spesial dalam Suasana Elegan dan Berkesan

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Merayakan momen spesial kini semakin mudah dan berkesan bersama...

Hotel Ciputra Cibubur Hadirkan Kamar Dengan Wajah Baru Yang Modern Dan Kontemporer

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Setelah berproses selama kurang lebih setahun, Hotel Ciputra Cibubur...

KPPU Tinjau KEK Sei Mangkei, Ingatkan Pentingnya Tarif Layanan yang Wajar Dan Persaingan Sehat

SIMALUNGUN, KLIK7TV. CO ID – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan kunjungan...

Halloween Haunted Night Hadir di Swiss-Bistro™ Restaurant, Nikmati Sajian Spesial dengan Suasana Seru dan Mencekam

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menyambut perayaan Halloween, Swiss-Bistro™ Restaurant di Swiss-Belinn Cawang menghadirkan...