By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Headnews > Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Headnews

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

admin
Last updated: July 28, 2026 9:05 am
admin
4 hours ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS University) dan Microsoft Indonesia untuk memperkuat kompetensi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi talenta digital Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri di tengah pesatnya transformasi digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, penguasaan kompetensi digital, khususnya AI, kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi menjadi kunci untuk menyiapkan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus bersaing di tingkat global.

“Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita harus memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dan sektor teknologi menjadi langkah penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Yassierli saat membuka _AI Career Boost Day 2026 bertema Kolaborasi AI dan Talenta Indonesia: Meningkatkan Kompetensi, Memperluas Kesempatan Kerja, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Yassierli, perkembangan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi dunia kerja. Sebaliknya, teknologi tersebut membuka peluang lahirnya berbagai profesi baru yang membutuhkan keterampilan digital dengan tingkat kompetensi yang lebih tinggi. Mengutip World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, ia menyebut sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan terdampak disrupsi, namun pada saat yang sama akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga 2030.

Perubahan kebutuhan pasar kerja itu juga tercermin dari meningkatnya permintaan terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan AI.

Berdasarkan data LinkedIn, kebutuhan talenta dengan keterampilan AI di Asia Tenggara meningkat 2,4 kali lipat. Sementara itu, sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia mengaku enggan merekrut kandidat yang belum memiliki kemampuan AI. Data tersebut menunjukkan bahwa penguasaan AI kini telah menjadi kebutuhan nyata bagi angkatan kerja Indonesia.

Meski demikian, Yassierli menilai berkembangnya AI tidak identik dengan meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mengacu pada studi Anthropic tahun 2026, ia menjelaskan bahwa PHK dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi bisnis, daya saing perusahaan, hingga situasi makroekonomi. “Otomasi berbasis AI hanyalah salah satu faktor, bukan penyebab utama,” ujarnya.

Karena itu lanjut Menaker, Kemnaker terus mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah sebagai pusat pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelatihan diselenggarakan mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, termasuk di bidang smart operation, melalui pembelajaran tatap muka maupun daring agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selain itu, Kemnaker juga mengembangkan layanan job fair daring guna mempercepat proses pencocokan antara pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.

Yassierli menambahkan, pemanfaatan AI justru dapat membuka peluang pertumbuhan lapangan kerja apabila didukung ekosistem pengembangan talenta yang kuat.

Ia mencontohkan Kota Hyderabad di India yang mampu mencatat pertumbuhan perekrutan tenaga kerja hingga 11 (sebelas) persen berkat keberhasilan membangun ekosistem talenta digital yang terintegrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.

“Kalau kita mampu membangun ekosistem pengembangan talenta digital dengan baik, peluang yang sama juga bisa kita raih. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, keberanian beradaptasi, dan kesiapan SDM untuk menguasai teknologi baru,” paparnya.

“Kami ingin pelatihan, sertifikasi, dan akses terhadap peluang kerja menjadi satu ekosistem yang saling terhubung. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki jalur yang lebih cepat untuk masuk ke dunia kerja,” imbuh Yassierli.

Ia juga mengingatkan, bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan yang menjadi keunggulan manusia. Menurutnya, empati, kemampuan berpikir kritis, ketepatan mengambil keputusan, serta kemampuan berkolaborasi merupakan kompetensi yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi.

“No algorithm can replace empathy; no data set can replicate wisdom. AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas manusia sehingga mampu mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ujar Yassierli. (ARMAN R)

You Might Also Like

Wapang TNI Tinjau Yonif TP 842/Badak Sakti, Dukung Pertahanan dan Ekonomi Daerah
Petembak Yonif 330 Kostrad Jaga Tradisi Kemenangan, Sabet Juara Lomba Tembak Dankopasgat Cup 2025
Wakil Ketua I Satgas PRR Letjen TNI Richard Tampubolon dampingi Ketua Satgas : Satgas PRR Minta K/L dan Pemda Tancap Gas Pemulihan Permanen
Keringat dan Semangat, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Senam Bersama dan Bagikan Bubur Gratis
Unit Kamsel Lantas Polres Metro Bekasi Kota Berikan Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas SMAN 17
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Batik Lintas Lima Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua
Next Article Prestasi Mendunia! Putra Tapaktuan Raih NUSS Medal dari National University of Singapore
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?