By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Batik Lintas Lima Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Hukum > Batik Lintas Lima Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua
Hukum

Batik Lintas Lima Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Tampil di President University, Bangun Harapan dan Kesempatan Kedua

admin
Last updated: July 28, 2026 9:03 am
admin
17 hours ago
Share
SHARE

CIKARANG, KLIK7TV.CO.ID – Batik hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menjadi salah satu daya tarik dalam Social Project Exhibition 2026 yang diselenggarakan Program Studi Hukum President University di President University Convention Center, Jababeka, Selasa (28/7). Bersama produk unggulan lainnya seperti 5PM Coffee, bakery, CnC Craft, dan berbagai kerajinan kreatif, batik karya Warga Binaan hadir sebagai bukti bahwa proses pembinaan mampu melahirkan karya berkualitas sekaligus membuka harapan dan kesempatan kedua bagi para Warga Binaan.

Menariknya, booth Lapas Cipinang dikelola oleh mahasiswa Program Studi Hukum President University yang memperkenalkan setiap produk sekaligus menjelaskan proses pembinaan yang melatarbelakangi lahirnya karya-karya tersebut. Kolaborasi ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan pemasyarakatan dalam membangun pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap proses reintegrasi sosial.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi menghadirkan bukti nyata bahwa pembinaan mampu mengubah potensi menjadi prestasi.

“Setiap lembar batik yang dipamerkan bukan hanya hasil keterampilan, tetapi juga cerminan proses pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat untuk berubah. Ketika karya Warga Binaan mendapat ruang di lingkungan akademik, yang tumbuh bukan hanya apresiasi terhadap produknya, tetapi juga kepercayaan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Dr. Syarpani.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Cipinang, Lis Susanti, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian seperti membatik dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi dengan pembinaan kepribadian agar perubahan yang terjadi tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter.

“Setiap Warga Binaan terlebih dahulu mengikuti pembinaan kepribadian melalui penguatan nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Setelah itu mereka dibekali pelatihan keterampilan sesuai minat dan potensi, termasuk membatik. Pendekatan ini kami lakukan agar karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bekal bagi mereka untuk kembali hidup mandiri setelah bebas,” jelasnya.

Kepala Program Studi Hukum President University, Dr. Grace Sharon, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan berbagai inisiatif yang berdampak sosial.
“Kehadiran karya Warga Binaan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan potensi yang layak diapresiasi. Kampus memiliki peran untuk membangun kepedulian sekaligus membuka ruang agar masyarakat melihat proses pemasyarakatan dari perspektif yang lebih positif,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa yang bertugas di booth, Nia Ramadani, mengaku banyak pengunjung memberikan apresiasi setelah mengetahui bahwa produk yang dipamerkan merupakan hasil karya Warga Binaan. “Banyak pengunjung awalnya tidak menyangka batik dan produk lainnya dibuat oleh Warga Binaan. Setelah mengetahui proses pembinaannya, mereka justru memberikan apresiasi dan melihat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan berkarya,” ucapnya.

Partisipasi dalam Social Project Exhibition 2026 menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Cipinang memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui kemitraan tersebut, hasil pembinaan tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

You Might Also Like

Kejatisu Tetapkan 4 Orang Tersangka Baru Tindak Pidana Korupsi Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Di Kabupaten Batubara T.A 2023
Menteri Karding Apresiasi Upaya Penegak Hukum Vonis Terdakwa Kasus TPPO
LBH PPI Datangi Polda Metro Jaya, Kawal Kasus Penganiayaan Debt Collector
Penempatan Sel Razman di Lapas Kelas I Cipinang Sesuai UU dan SOP
Elis Lisnawati Minta Dipulangkan Karena Kondisi Sakit, Tio Minta Pelaku Penempatan Pekerja Migran Bertanggung Jawab
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article SMP Negeri 15 Medan Gelar Penyuluhan Pencegahan Kekerasan terhadap Anak
Next Article Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?