By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: KemenP2MI dan Pemerintah Korea Selatan Bahas Solusi Penumpukan Roster CPMI Sektor Service 2
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Ekonomi > KemenP2MI dan Pemerintah Korea Selatan Bahas Solusi Penumpukan Roster CPMI Sektor Service 2
Ekonomi

KemenP2MI dan Pemerintah Korea Selatan Bahas Solusi Penumpukan Roster CPMI Sektor Service 2

Arman Naker
Last updated: October 13, 2025 7:22 pm
Arman Naker
9 months ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, didampingi Wakil Menteri (Wamen) P2MI Christina Aryani, menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Soo-deok, di kantor KemenP2MI, Senin (13/10/2025).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan, terutama persoalan penumpukan roster atau daftar tunggu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di beberapa sektor, khususnya service 2. Saat ini terdapat ribuan CPMI yang sudah masuk daftar tunggu namun belum dapat diberangkatkan ke Korea Selatan.

Plt. Dubes Korea Selatan Park Soo-deok menjelaskan, bahwa penumpukan tersebut terjadi akibat perlambatan ekonomi di negaranya.

“Pertumbuhan ekonomi Korea saat ini melambat, hanya sekitar 1 persen atau kurang, dan dampaknya paling terasa di sektor restoran atau service industry,” ungkap Park Soo-deok.

Sebagai langkah solusi lanjut Park, Pemerintah Korea Selatan telah memperluas sektor penempatan agar CPMI dapat terserap lebih banyak.

“Di sektor restoran, misalnya, cakupan wilayahnya kini diperluas dari hanya 10 atau 100 kota menjadi seluruh kota di Korea. Jenis pekerjaan juga diperluas, tidak hanya posisi asisten dapur tetapi juga pelayanan seperti waitress,” jelasnya.

Selain itu, Park menambahkan, sebagian CPMI dalam roster service 2 akan dialihkan ke sektor manufaktur, dengan tetap memperhatikan standar kompetensi di sektor tersebut.

“Maka pemerintah Korea memutuskan untuk mengurangi roster di sektor service dan memindahkan sebagian ke manufaktur. Tahun ini, sektor service tidak menerima tambahan baru,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Mukhtarudin mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Korea Selatan. Ia menyebut KemenP2MI akan mempelajari secara menyeluruh rencana kebijakan perluasan sektor yang ditawarkan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Korea. Kebijakan perluasan sektor service 2 akan kami pelajari dan dalami lebih lanjut sebelum ditindaklanjuti. Meskipun belum dapat diterapkan dalam waktu dekat, kebijakan ini bisa menjadi solusi jangka panjang,” ujar Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menambahkan, isu penumpukan roster dan perluasan sektor service 2 akan menjadi agenda pembahasan dengan delegasi Ministry of Employement and Labour (MOEL) Korea Selatan dalam waktu dekat.

“Isu ini akan menjadi salah satu bahan yang kami diskusikan bersama MOEL,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menilai potensi penempatan Pekerja Migran Korea Selatan masih sangat besar, termasuk di sektor konstruksi (visa A7) dan pertanian (visa A8).

“Namun kami masih ingin mendengar dari pihak Korea, seperti apa peluang dan kebutuhan yang bisa kami penuhi,” ujar Christina.

Christina juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia memandang Korea Selatan sebagai mitra strategis dalam perlindungan dan penempatan pekerja migran.

“Kerja sama ini juga akan menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Korea Selatan nanti, termasuk pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan (MOEL),” tuturnya.

Menutup pertemuan tersebut, Christina menekankan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga keberlanjutan skema Government to Government (G to G) yang diminati banyak generasi muda.

“Meski saat ini ada tantangan akibat pelambatan ekonomi di Korea, kami optimistis masalah ini bisa diselesaikan bersama,” pungkas Christina. (ARMAN R)

You Might Also Like

Tingkatkan Kualitas PMI, Perpemindo MoU Dengan PT Aksi Untuk Psikotes Bagi Calon PMI
Tampil di Investor Daily Summit, Ketum GP Ansor Paparkan Skema Bisnis Berbasis Pedesaan
The Grand Blessing of Ramadan di Grand Metropolitan Bekasi, Menghadirkan Harmoni dan Kemeriahan di Bulan Suci
Menteri P2MI Puji Pencapaian Luar Biasa 1 Tahun Pemerintahan Prabowo : Pelindungan Pekerja Migran Prioritas Utama Asta Cita
Terlambat Lapor Akuisisi, KPPU Jatuhkan Denda ke Anak Usaha Michelin
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lapas Cipinang Laksanakan Pemindahan Narapidana ke Nusakambangan, Langkah Strategis Atasi Overkapasitas dan Perkuat Pembinaan
Next Article Satgas TMMD ke-126 Ajak Warga Kampung Mega Tingkatkan Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?