By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: BPS Sumut: Inflasi Agustus 1,37%, NTP Petani Ikut Menguat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Daerah > BPS Sumut: Inflasi Agustus 1,37%, NTP Petani Ikut Menguat
Daerah

BPS Sumut: Inflasi Agustus 1,37%, NTP Petani Ikut Menguat

admin
Last updated: September 3, 2025 9:02 am
admin
11 months ago
Share
SHARE

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 1,37% pada Agustus 2025. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,90 di Juli menjadi 110,39. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi Agustus 2024 yang justru mengalami deflasi 0,14%. Secara tahunan (year-on-year), inflasi Sumut tercatat 4,42%, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,93%.

Statistisi Ahli BPS Sumut, Derma Waruwu, menjelaskan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar, dengan inflasi 3,67% dan andil 1,33%.

“Selain itu, kelompok pendidikan memberikan andil 0,07% dengan inflasi 1,34%, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,04% dengan inflasi 0,57%,” terangnya, Senin (1/9/2025).

Beberapa komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan dencis, ikan kembung, beras, serta biaya akademi atau perguruan tinggi.

Secara geografis, seluruh daerah survei IHK di Sumut mengalami inflasi. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Labuhanbatu (2,09%), sedangkan yang terendah di Kota Padangsidimpuan (0,31%).

Di tengah kenaikan harga, kabar baik datang dari sektor pertanian. BPS Sumut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2025 mencapai 144,46, naik 3,35% dibanding bulan sebelumnya.

“Kenaikan ini dipicu indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 4,45%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 1,06%,” jelas Derma.

Kenaikan NTP terutama disumbang dua subsektor utama, yaitu tanaman hortikultura yang naik 8,48% dan tanaman perkebunan rakyat naik 4,74%. Sementara itu, tiga subsektor lain justru melemah, yakni tanaman pangan turun 0,19%, peternakan turun 0,43%, dan perikanan turun 0,22%.(IS)

You Might Also Like

Pj. Bupati Tapanuli Tengah Dukung Tim Mursala Guardians dalam SOLA 2024
PLN UID Sumatera Utara Catat Lonjakan 40% Penggunaan SPKLU Selama Libur Iduladha 2025
Bupati Humbahas Terima Audiensi Dua Taruna PTDI, Dorong Generasi Muda Berprestasi Dan Siap Bangun Daerah
Anak 6 Tahun Korban Aksi Kebrutalan OPM di Kabupaten Puncak Dievakuasi Petugas dan Medis
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Pemulihan Pascabencana Di Aceh
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kapolres Tapanuli Tengah Gelar Silaturahmi, Massa PERMAK Tunda Aksi Demonstrasi
Next Article Pemuda Lintas Iman Serukan Masyarakat dan Kader Jaga Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?