By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Penduduk Miskin di Sumatera Utara Bertambah 29,3 Ribu Jiwa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Daerah > Penduduk Miskin di Sumatera Utara Bertambah 29,3 Ribu Jiwa
Daerah

Penduduk Miskin di Sumatera Utara Bertambah 29,3 Ribu Jiwa

admin
Last updated: July 25, 2025 7:15 pm
admin
12 months ago
Share
SHARE

MEDAN, KLLIK7TV.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara mengalami kenaikan dalam enam bulan terakhir. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, persentase penduduk miskin meningkat sebesar 0,17 persen poin, dari 7,19 persen pada September 2024 menjadi 7,36 persen pada Maret 2025.

Peningkatan ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Drs Misfaruddin, M.Si, dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Jumat (25/7/2025), mewakili Kepala BPS Sumut.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 1,14 juta jiwa, bertambah sekitar 29.300 jiwa dibandingkan September 2024. Namun jika dibandingkan dengan Maret 2024, angka ini justru mengalami penurunan sebesar 0,63 persen poin,” jelas Misfaruddin.

Secara rinci, penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat sebesar 7,10 persen atau naik 0,09 persen poin dari sebelumnya. Sementara itu, di perdesaan angkanya mencapai 7,71 persen, meningkat 0,27 persen poin dari September 2024.

BPS juga mencatat garis kemiskinan di Sumatera Utara pada Maret 2025 sebesar Rp666.546 per kapita per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,49 persen berasal dari komponen makanan, dan sisanya dari kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Selain bertambahnya jumlah penduduk miskin, BPS juga mencatat peningkatan pada Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,084 menjadi 1,126, serta Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,246 menjadi 0,263. Kenaikan ini mencerminkan semakin lebarnya kesenjangan pengeluaran konsumsi di antara penduduk miskin dan semakin jauhnya pengeluaran mereka dari garis kemiskinan.

“Artinya, bukan hanya jumlah penduduk miskin yang bertambah, tetapi mereka yang berada dalam kondisi miskin makin sulit keluar dari garis kemiskinan,” ungkap Misfaruddin.

BPS menyatakan bahwa data ini penting sebagai dasar kebijakan dan intervensi pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan dan memperbaiki ketimpangan sosial di Sumatera Utara. (IS)

You Might Also Like

Pemkab Toba Salurkan Bantuan Sosial Untuk Korban Banjir Dan Longsor Di Humbang Hasundutan
Buka Puasa Bersama di Laguboti, Bupati Toba: Momentum Bersyukur dan Bersilaturahmi
Bupati Humbahas Temui Kementerian PKP, Percepat Program Bedah Rumah dan Huntap 2026
Wujudkan Swasembada Gula Nasional, Bupati Malang Bersama Kementerian Pertanian RI Tanam Perdana Tebu
Kejari Madina Tahan Ketua Kelompok Tanu Dugaan Korupsi PSR TAHUN 2021 Rp1.996.722.000
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Lanud SIM Gelar Karya Bakti Bersama Masyarakat Blang Bintang Jelang Hari Bakti ke-78 TNI AU
Next Article Lebih dari Tugas, TNI Menyulam Kepedulian di Tengah Masyarakat
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?