MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Sejumlah tim guru pendamping Lomba Kompetensi Siswa Nasional Dikmen Sekolah Menengah Kejuruan (LKSN SMK) 2026 dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara merasa kecewa atas tidak adanya anggaran Dinas Pendidikan Provsu
“Miris dan kurangnya perhatian kepada tim guru pendamping yang telah berpartisipasi mengikuti even LKS Tingkat Nasional di Jakarta belum lama ini,” ujar salah seorang tim pendamping guru yang enggan menyebut identitasnya kepada media,” Jumat (7/8/2026).
Mereka menyebut, pejabat Disdik Sumut tanpa ada perhatian kepada guru pendamping di masing-masing mata lomba yang diikutkan oleh kontingen.
“Kecewa tidak adanya fasilitas yang diberikan Disdik Sumut dari Bandara Soetta ke hotel. Guru pendamping LKS di masing- masing mata lomba tidak diberikan hotel tempat menginap oleh Disdik Sumut,” ucapnya.
Biaya-biaya yang dikeluarkan guru pendamping dari Bandara Soetta ke hotel ditanggung oleh guru pendamping pribadi dan sekolah. Biaya transportasi guru pendamping dari hotel ke lokasi lomba juga di tanggung sendiri.
Kondisi sangat miris nasib guru pendamping selama LKSN SMK berlangsung yang harus berjibaku untuk mempersiapkan alat atau bahan lomba yang kurang serta harus membeli dengan uang sendiri.
Minum dan vitamin juga tidak ada perhatian kepada siswa peserta lomba yang terpaksa harus beli sendiri. Sementara dengan provinsi di Jawa semuanya difasilitasi hotel di lokasi terdekat di suatu tempat kegiatan, disiapkan transportasi ke setiap lokasi mata lomba. Selain itu komsumsi, snack dan buah maupun vitamin telah disiapkan dari DIPA.
Persoalan lainnya karena guru pendamping tidak pernah diajak briefing mengevaluasi kegiatan harian di masing-masing mata lomba bersama Ketua kontingen dan perwakilan Disdik yang ada.
Lanjut sumber tadi, kondisi ini sangat berbeda dengan daerah Pulau Jawa yang betul terorganisir, terprogram dan sistematis untuk menjadi sang juara.
Tidak ada sinkronisasi guru pendamping dengan tim kontingen dari Disdik untuk duduk bersama memberikan support dan motivasi kepada guru pendamping dan peserta lomba.
Tim guru pendamping juga mempertanyakan, anggaran biaya akomodasi peserta dan guru pendamping selama pertandingan berlangsung ditanggung sekolah baik itu biaya tiket pesawat pulang/pergi, biaya transportasi guru pendamping selama kegiatan berlangsung.
Biaya dana talang dari masing-masing sekolah sesuai dengan jumlah peserta yang diberikan ke Disdik diawal dan akan diganti semuanya oleh Disdik Sumut juga ke guru pendamping nanti nya.
“Semoga LKSN SMK tahun depan lebih terprogram. Jaket dan kaos kontingen kiranya lebih baik dan bermutu sebagai bahan evaluasi bersama pejabat Disdik Sumut,” tutupnya.
Reporter : Sabam Silitonga



