By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Acara NgoPi, Aktivis 98 Adi Bunardi Bicara Jejak Kolonialisme dan Demokrasi Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Politik > Acara NgoPi, Aktivis 98 Adi Bunardi Bicara Jejak Kolonialisme dan Demokrasi Indonesia
Politik

Acara NgoPi, Aktivis 98 Adi Bunardi Bicara Jejak Kolonialisme dan Demokrasi Indonesia

Arman Naker
Last updated: July 12, 2026 3:38 pm
Arman Naker
3 days ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kolonialisme sudah pergi dari Indonesia tapi jejaknya masih ada di Indonesia, jejaknya ada yang bersifat fisik seperti rel kereta, jas dan dasi yang dipakai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta Presiden yang dilantik sebagai jejak fisik kolonialisme dari Belanda.

Hal itu disampaikan Adi Bunardi, Aktivis 98 yang berlatar belakang pendidikan filsafat dan agama, pada acara NgoPi (Ngobrol Pintar) dengan tema : “Anomali Prilaku Elit Politik Dalam Sorotan Budaya” di Jakarta, Jum’at (10/7/2026).

Adapun Jejak kolonialisme secara mental di Indonesia, yaitu salah satunya belum beranjaknya bangsa Indonesia dari Feodal.

“Kita masih berjiwa Feodal, seperti kosa kata kita sehari-hari seperti kata mohon arahan pak, mohon ijin pak, itu watak kosa kata yang akrab dalam sistem feodal,” ucap Adi Bunardi.

Menurutnya, mentalitas jejak kolonialisme terjangkit pada sistem ekonomi politik kita yang dipertontonkan oleh Elit politik kita

Indonesia kata Adi Bunardi, dihembuskan oleh sistem feodal untuk salah satunya yaitu merumuskan Undang Undang (UU), cukup diwakili pimpinan partai politik yang berkuasa, maka lahir UU apa saja yang diinginkan, seperti UU Minerba dan UU lainnya.

Ia mengungkapkan, UU menjadi problem dalam sejarah politik Indonesia. Dulu Tan Malaka menulis buku tentang Soviet dan parlemen. Tan Malaka tidak percaya dengan parlemen. Karena berdasarkan pengalaman, parlemen di Eropa dinilainya sebagai alas kaki kepentingan pemilik modal. Dari seluruh kebijakan yang lahir dari parlemen untuk melayani kepentingan pemilik modal.

Menurut Bunardi, Indonesia mengikuti demokrasi ala Amerika, yaitu demokrasi yang dikendalikan oleh partai politik. Dan Partai politik dikendalikan oleh pemilik modal dan orang orang kaya.

“Orang orang kaya di Amerika dikuasai oleh Zionis, oleh karena itu produk konggres dan sebagainya selalu pada pro Israel walaupun yang menang partai Republik atau Demokrat,” ungkap Bunardi.

Pengalaman demokrasi Amerika ini tambahnya, tidak berbeda dengan Indonesia, “Demokrasi kita ini adalah demokrasi sembako dan minyak goreng,” ucap Bunardi.

Bahkan tambanya, proses politik yang berlangsung dari pemilu ke pemilu, minyak goreng dan sembako dikendalikan oleh partai politik. Sedangkan partai politik dikendalikan oleh orang orang kaya dan pemilik modal,

Bunardi mengatakan, seluruh partai yang hadir bukan dari rakyat, tapi lahir dari demokrasi mengikuti demokrasi di Amerika, yang dikendalikan oleh partai politik yang dikendalikan oleh pemilik modal dan orang-orang kaya.

“Kalau kita lihat daftar Caleg, kita tidak masuk dalam pemik modal, harus ada biaya kampanye, inilah salah satu preseden yang membuat orang melihat proses Reformasi sudah berakhir,” ujarnya.

Bunardi juga menegaskan, Oligarki tidak tertuju pada para Taipan Penguasa ekonomi nasional. Karena menurutnya Oligarki adalah gabungan
Pemilik ekonomi dengan partai politik dan birokrasi.

“Tidak bisa para pemilik modal tanpa dukungan dari partai politik dan tanpa dukungan dalam birokrasi. Pemilik modal tidak bisa berdiri sendiri tanpa dari parlemen untuk membuat peraturan, dan juga oleh Birokrasi dari pemerintah pusat sampai tingkat desa,” paparnya. (ARMAN R)

You Might Also Like

Minta Semua Pihak Tahan Diri, Barikade Gus Dur Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla Dengan Mengedepankan Dialog
Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Berharap, Diklat Kaderisasi MPW PP Sumut, Dapat Memperkuat Ideologi, Nasionalisme Dan Gotong Royong
Pastikan Pengelolaan Tahanan Sesuai Prosedur Polda Sumut laksanakan Supervisi di Polres Tapteng
Oloan Nababan Pilih Fokus Urus Daerah, Langkah Strategis Perkuat Kinerja Pemerintahan Humbahas.
KPU Toba Gelar FGD Tampung Masukan Evaluasi Pilkada 2024
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tim Bulu Tangkis Beregu Seskoal Berlaga Di Poral Tahun 2026
Next Article SMP Negeri 6 Medan Sosialisasikan MPLS Kepada Siswa Baru
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?