By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Akademisi Undhar Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Headnews > Akademisi Undhar Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera
Headnews

Akademisi Undhar Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera

admin
Last updated: December 24, 2025 5:19 pm
admin
7 months ago
Share
SHARE

MEDAN,KLIK7TV.CO.ID – Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Dharmawangsa Medan Dr Azmiati Zuliah mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan bencana longsor dan banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai bencana nasional.

Dalam konferensi pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Senin (22/12/2025), Dr Azmiati Zuliah bersama Panca Sarjana Putra selaku Wakil Dekan I FH Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), serta M. Citra Ramadhan selaku Dekan FH Universitas Medan Area (UMA) mendesak aparat penegak hukum melakukan penegakan hukum atas dugaan tindak pidana dalam peristiwa longsor-banjir tersebut. 

Mereka menilai penegakan hukum seharusnya menggunakan pidana lingkungan atau pidana kehutanan, bukan pidana korupsi.

“Tidak ada alasan negara mengatakan ini bukan bencana nasional. Ini parah sekali. Kita melihat melalui media saja sampai bisa meneteskan air mata, apalagi yang melihat secara langsung. Banyak bantuan diberikan, tetapi tidak sampai kepada masyarakat,” ucap Azmiati.

Menurutnya, skala bencana ini sangat besar. Ia menilai ironis ketika pemerintah pusat tidak hadir dalam penanganan bencana yang melibatkan tiga provinsi di Pulau Sumatra tersebut. Azmiati menilai negara gagal memenuhi hak-hak rakyat dalam situasi bencana.

“Kami sebagai akademisi sangat miris. Kami menganggap negara gagal, dalam arti tidak memberikan penanganan yang cukup serius. Di sini terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM), karena dalam konstitusi negara wajib hadir, apalagi ini bicara tentang bencana alam,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah pusat yang menolak bantuan dari negara luar. Azmiati mencurigai adanya sesuatu yang ditutup-tutupi sehingga status bencana nasional belum juga ditetapkan.

“Masa kita tidak mau menerima bantuan dari luar, padahal kita sudah sengsara. Berarti ada sesuatu yang salah. Ketika negara tidak mampu, berarti negara gagal memenuhi hak-hak masyarakat,” tuturnya.

Azmiati meminta Presiden Prabowo mengesampingkan ego yang menolak bantuan dari negara luar dan segera menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional.

“Pemerintah harus punya sikap. Kami selaku akademisi mendesak agar banjir dan longsor di Sumatra ditetapkan sebagai bencana nasional. Tidak bisa lagi dikatakan tidak. Tidak ada alasan,” ucapnya tegas.

Ia berpandangan, jika seorang Presiden memiliki gengsi yang tinggi, hal itu menunjukkan kurangnya keprihatinan terhadap penderitaan rakyat akibat bencana.

“Ketika Presiden merasa gengsinya besar, berarti tidak ada keprihatinan terhadap dampak yang begitu besar. Tidak menutup kemungkinan ada sesuatu. Sikap seperti ini tidak perlu gengsi. Orang mau memberi bantuan, apa salahnya?” katanya.

Azmiati menyarankan pemerintah mengeluarkan kebijakan terstruktur jika khawatir bantuan asing mengganggu kedaulatan negara.

“Tinggal bagaimana pemerintah membuat kebijakan, apa yang boleh dan tidak boleh. Itu bisa diatur agar tidak merusak bangsa dan negara,” ucapnya.

Reporter : Sabam Silitonga

You Might Also Like

Menaker : Sertifikasi Profesi Harus Murah dan Mudah Diakses Termasuk Untuk Penyandang Disabilitas
Polres Tapanuli Tengah Gelar Ibadah Natal Bersama Pengungsi Korban Bencana di Tukka
Semarak HUT Ke 80 Kemerdekaan RI, SMPN 15 Medan Adakan Lomba Catur, Bulu Tangkis, Makan Krupuk
Pangkostrad Menerima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Darat Belanda (Commander of The Royal Netherlands Army)
Harumkan Nama Bangsa, Prajurit TNI AD Raih Magister dan Jadi Prajurit TNI Pertama di Lemhannas Yordania
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kacabdis Wil I Berpesan Agar Komediksu Menjungjung Tinggi Tugas Sebagar Pers Profesional
Next Article Lanud Sultan Hasanuddin Tutup Akhir Tahun dengan Minggu Militer
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?