By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: PWO Dwipa Usulkan Syarat Anggota Dewan Diperketat: Minimal S2, Lulus TOEFL, dan Bebas Catatan Hukum
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Megapolitan > PWO Dwipa Usulkan Syarat Anggota Dewan Diperketat: Minimal S2, Lulus TOEFL, dan Bebas Catatan Hukum
Megapolitan

PWO Dwipa Usulkan Syarat Anggota Dewan Diperketat: Minimal S2, Lulus TOEFL, dan Bebas Catatan Hukum

Jimmy Pasaribu
Last updated: September 8, 2025 12:49 pm
Jimmy Pasaribu
10 months ago
Share
SHARE

Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa), Feri Rusdiono, mengusulkan reformasi total dalam sistem seleksi calon anggota legislatif. Menurutnya, sudah saatnya syarat untuk menjadi wakil rakyat diperketat secara signifikan untuk memastikan kualitas dan integritas para anggota dewan.

Usulan ini mencakup kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi, uji kompetensi, dan pemeriksaan latar belakang yang ketat. Dalam pernyataan resminya, Feri Rusdiono menegaskan bahwa anggota dewan harus memiliki kualifikasi minimal Strata-2 (S2) dengan ijazah yang asli. “Yang mewakili rakyat harus lebih pintar dari rakyatnya,” ujar Feri. Ia menekankan perlunya verifikasi ketat untuk mencegah masuknya individu dengan ijazah palsu, sebuah praktik yang sering terjadi.

​Selain itu, Feri juga mengusulkan agar calon anggota legislatif wajib memiliki skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 500. “Kemampuan berbahasa asing sangat penting, terutama dalam menghadapi isu-isu global dan kerja sama internasional,” tambahnya.
​Seleksi Ketat Layaknya Melamar Pekerjaan
​Feri Rusdiono membandingkan proses seleksi anggota dewan dengan proses rekrutmen di perusahaan swasta.

“Di perusahaan swasta, untuk gaji UMR saja pelamar harus minimal S1 dan menyertakan SKCK,” kata Feri. Ia mengusulkan agar calon anggota dewan juga diwajibkan menyerahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang membuktikan mereka bersih dari riwayat korupsi, tindak pidana, atau masalah hukum lainnya. Feri juga menyarankan agar sistem pemilihan langsung melalui pencoblosan dihapus.

Menurutnya, proses ini tidak efisien dan menghabiskan dana negara yang sangat besar. “Mari kita adakan kontes besar yang disiarkan oleh seluruh stasiun TV nasional,” usulnya. Dalam “kontes” ini, para calon akan maju ke babak berikutnya setelah melalui serangkaian tes tertulis dan wawancara. Mereka yang lolos akan memaparkan visi dan misi mereka di depan seluruh rakyat Indonesia, yang kemudian dapat memilih melalui sistem voting SMS. “Ini lebih efektif dan efisien, tanpa perlu mencetak kaos, baliho, atau mengeluarkan amplop serangan fajar,” tegas Feri.

​Memutus Rantai Korupsi dan Efisiensi Anggaran
​Feri Rusdiono berpendapat bahwa dana kampanye yang besar sering kali dianggap sebagai “investasi” oleh para calon legislatif. “Ini yang memicu mereka mengganyang uang rakyat setelah terpilih, alih-alih menyuarakan aspirasi mereka,” jelasnya. Dengan sistem kontes yang diusulkannya, ia berharap dapat memutus rantai korupsi dan memastikan dana pemilu bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat.

​Tak hanya itu, Feri juga mengusulkan beberapa perubahan terkait fasilitas anggota dewan untuk menekan pengeluaran negara, di antaranya:
​Penghapusan Tunjangan Rumah: Ia menyarankan agar dibangun rumah susun atau apartemen di lahan gedung MPR-DPR yang luas, sehingga anggota dewan bisa berjalan kaki ke kantor dan tidak membutuhkan tunjangan transportasi.

​Penghapusan Tunjangan Pengawalan: Dengan akses yang mudah ke gedung DPR, pengawalan khusus tidak lagi diperlukan. Feri menekankan bahwa hanya ambulans dan pemadam kebakaran yang berhak mendapatkan perlakuan istimewa di jalan.

​Pembekalan Ilmu Tambahan: Anggota dewan perlu dibekali kemampuan seperti bela diri, public speaking, dan penguasaan aplikasi seperti Microsoft Office dan Canva agar tidak bergantung pada staf khusus yang membebani anggaran negara.

​Larangan Rapat di Hotel: Semua rapat sebaiknya dilakukan di dalam gedung DPR untuk menghemat biaya sewa hotel.
​Uji Konsentrasi: Feri juga mengusulkan tes konsentrasi untuk mencegah anggota dewan bermain judi online atau tidur saat rapat berlangsung.

​Melalui usulan-usulan ini, Feri Rusdiono berharap dapat menciptakan anggota dewan yang benar-benar berintegritas, berwawasan luas, dan fokus pada kepentingan rakyat.

You Might Also Like

Pulangkan Jenazah Pekerja Migran Nonprosedural, Dirjen Pemberdayaan : Negara Hadir Lindungi Pekerja Migran Indonesia
Lurah Pinang Ranti Apresiasi Warga RT 13/02 Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Menyambut Ramadhan Bersama SARASA : Sajian Satu Rasa ibis Styles Jakarta Sunter
Pemerintah Indonesia Pulangkan 554 WNI Korban TPPO Myanmar, KemenP2MI Beri Pelindungan dan Pemulihan
Cityloog Hotel Tebet Kembali Hadirkan program spesial “Happy Kids Movie Weekend”
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Kabinet Merah Putih Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029
Next Article Berikan Efek Jera, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Sidang Disiplin Perkara Judi Online
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?