By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: Launching Buku “Melanglang Buana, Menyemai Janabijana” Refleksi 200 Hari Kerja KemenP2MI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Megapolitan > Launching Buku “Melanglang Buana, Menyemai Janabijana” Refleksi 200 Hari Kerja KemenP2MI
Megapolitan

Launching Buku “Melanglang Buana, Menyemai Janabijana” Refleksi 200 Hari Kerja KemenP2MI

Arman Naker
Last updated: May 27, 2025 4:27 pm
Arman Naker
1 year ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding resmi meluncurkan buku berjudul “Melanglang Buana, Menyemai Janabijana”, di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Menteri Karding mengatakan, buku itu merupakan catatan dan refleksi terkait 200 hari kerja KemenP2MI di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Buku tersebut juga diibaratkan sebagai laporan pertanggungjawaban kepada publik selama 200 hari kerja.

“200 hari kerja ini dengan kondisi sebagai kementerian baru kami upayakan, ikhtiarkan untuk menyampaikan laporan kegiatan, terutama ke publik sebagai bentuk tanggung jawab kita menggunakan uang negara sebagai bentuk tanggung jawab kita, sebagai yang diberi amanah untuk mengelola, memanage perlindungan terhadap pekerja negeri Indonesia. Kita ketahui bahwa 200 hari ini bagi kami memang bukanlah waktu yang panjang dan juga bukan waktu yang singkat sebagai kementerian baru,” ucap Menteri Karding.

Karding menjelaskan terkait buku “Melanglang Buana, Menyemai Janabijana” yang berisi 8 bab, yakni Manyulam Harapan; Menyusun Ulang Jalan Menuju Mimpi; Jalan yang Lebih Aman; Menjaga di Ujung Dunia; Pergi Migran Pulang Juragan; Kontribusi Ekonomi; Satu Semester, Ribuan Kisah.

Menteri Karding menekankan, pelindungan pekerja migran Indonesia tidak boleh bersifat administratif saja, melainkan berlandaskan empati dan nurani.

“Ini bukan urusan kertas yang cap, tapi ini soal nurani. Kami menyebutnya bahwa pendekatan ini adalah life cycle artinya pelindungan harus dimulai sejak awal ketika kita mulai merekrut, ketika penempatan di luar negeri dan ketika mereka pulang. Pada masa 200 hari ini ada 567 pengaduan pekerja migran tertangani dalam sistem perlindungan 24 jam dari November sampai April 2025,” ujar Karding.

Dalam 200 hari kerja tambahnya, juga menjelaskan terkait penindakan Perusahaan Oenempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang melanggar aturan. Karding ingin, ekosistem P3MI termasuk pelindungan terhadap pekerja migran ke depannya menjadi lebih sehat.

“Kami pahami bahwa semakin banyak perusahaan penempatan yang sehat maka semakin baik pula perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Yang tidak sehat kita beri sanksi sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya.

Menteri Karding menambahkan, KemenP2MI memiliki sistem pengaduan yang beroperasi selama 24 jam. Sistem tersebut berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, Atase Ketenagakerjaan dan organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia.

“Maka kami hadir 24 jam. Kita punya SOP pengaduan, SOP penindakan dalam konteks 24 jam,” papar Karding.

“Kita juga mengkonsolidasikan kawan-kawan Atase Tenaga Kerja yang ada di beberapa negara, termasuk juga selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri beserta seluruh perangkat infrastruktur yang mereka miliki, baik itu Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal, maupun struktur pelayanan lainnya, untuk memastikan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran kita bisa berjalan secara terpadu, cepat, dan responsif terhadap berbagai dinamika yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Menteri Karding berharap ke depannya ekosistem yang dibangun di KemenP2MI dapat berdampak langsung bagi pekerja migran Indonesia. Sebab, kata Menteri Karding, langkah pekerja migran Indonesia seperti benih yang disemai dan harus dijaga oleh KemenP2MI.

“Karena kami percaya setiap langkah pekerja migran ke depan adalah benih kehidupan, benih yang disemai di Korea, di Jepang, Arab Saudi tapi akarnya tetap di Indonesia. Kami jaga kamu, kami saling jaga, itu lah wajah kementerian ini bukan birokrasi kaku, tapi pelindung yang tahu caranya mencintai dengan kerja nyata,” kata Menteri Karding. (ARMAN R)

You Might Also Like

Buku berjudul “Menyelamatkan Reformasi” Ungkap Peran Polri Pada 2001
Park Hotel Cawang – Jakarta Hadirkan “Sparkling Ramadhan” dengan Konsep Mediterranean & Arabian Experience
Kota Bekasi Lumpuh Banjir, Delapan Kecamatan Terdampak Parah.
Sinergi Strategis Lemhannas RI & KP2MI : Wawasan Kebangsaan Sebagai ‘Perisai’ Pekerja Migran Indonesia
Disdukcapil Humbahas Dorong Pasutri Baru Tertib Administrasi, Akta Perkawinan Jadi Kunci Validasi Data Kependudukan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article PMI Siap Pasang Badan untuk Pekerja Migran RI, Menteri P2MI : Bisa Jadi Garda Terdepan
Next Article Setelah Dua Hari Pencarian, TNI AL Dan Tim Sar Gabungan Berhasil Temukan Dan Evakuasi Korban Laka Laut Di Perairan Batang Kuatan
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?