Pendidikan

SMKN 14. Medan Mendukung dan Menindaklanjuti Arahan Pj Gubsu dan Kadisdiksu Sekolah Bersinar Menjadi Program Bersama Membentuk Satgas di Sekolah

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Guna mengantisipasi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan perundungan di kalangan siswa dan siswi, SMK Negeri 14 Medan bersama guru, orang tua dan komite sekolah berkolaborasi mengawasi perilaku semua peserta didik selama di sekolah.

“SMKN 14 mendukung dan menindaklanjuti arahan Pj Gubernur Sumatera Utara dan Kepala Dinas Pendidikan Provsu mendukung Sekolah Bersih Narkoba (Sekolah Bersinar) yang menjadi program bersama dengan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) di satuan pendidikan,” kata Kepala SMKN 14 Medan Andriyanti Pasaribu SPd kepada wartawan di sekolahnya Jalan Karya Dalam Medan, Selasa (24/10/2023).

Karenanya, kalau tim satgas sudah terbentuk tentunya ada perangkat lain sebagai pendukung. “Seperti apa pekerjaan mereka, seperti apa melihat masalah apa yang terjadi setelah itu dilakukan pemetaan. Apa masalahnya dan bagaimana solusi yang terbaik,” tambah Andriyanti.

Dia bersyukur sejak memimpin SMKN 14 Medan belum ada siswanya terpapar narkoba dan perundungan. Masih kondusif dan aman untuk kedua persoalan tersebut. Memang secara kasat mata narkoba belum terdeteksi dan perundungan tidak kelihatan.

Ironisnya tambah Andriyanti, persoalan perundungan yang terjadi di kalangan remaja zaman sekarang ini. Mereka merasa mengejek (bully) itu sesuatu yang lucu, tapi mereka tidak paham kadang dampaknya. Misalnya, ada siswa yang kulit lebih gelap. Padahal cantik itu tidak harus putih. Sebenarnya itu paradigma umum saja tapi begitulah memang yang terjadi di remaja.

Kepsek mengakui tidak boleh membully atau mengeluarkan ujaran kebencian. Tidak boleh mengeluarkan ucapan atau kalimat dan bahkan perlakuan anarkis yang sifatnya membully sesama teman.

“Selain itu istilah ‘lebay’ dan ‘sok cantik’ dan sebagainya dianggap populer sekarang ini. Sebenarnya perbuatan menghina atau mengejek orang lain dilarang dalam dunia pendidikan saat mereka berinteraksi sosial di masyarakat,” jelasnya.

Andriyanti sering mengajak para siswanya agar belajar menghargai orang lain, menghormati sesama teman. Pendidikan karakter sudah dianggap maksimal itu terus ditanamkan kepada semua peserta didiknya.

“Guru Bimbingan Pendidikan (BP) dan guru Bimbinhan Konseling (BK) senantisa memperhatikan perilaku para siswa dan siswi untuk mengantisipasi munculnya persoalan perundungan,” terangnya.

SMKN 14 juga memberikan pengajaran hard skill dan soft skill dalam muatan pendidikan karakter yang baik, disiplin dan saling menghormati dan saling menghargai orang. Kata kuncinya adalah mulailah dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan sekolah dengan tidak menyalahkan orang lain atas masalah yang dihadapi supaya tidak mudah membully.

Menyinggung peran orang tua dan komite sekolah, Andriyanti mengatakan sangat penting. “Kalau masalah narkoba dan perundungan dilepas semuanya di sekolah itu tidak mungkin. Semua masalah yang kita hadapi sekarang ini tidak bisa dilepas ke sekolah. Bukan berarti sekolah tidak menerima tanggung jawab tersebut tapi memang perlu ada kerjasama orang tua, keluarga, guru dan komite sekolah serta pemerintah,” jelasnya.

Lanjut Andriyanti, terkadang perilaku anak baik di sekolah tapi di rumah lebih nakal. “Orang tua tidak sadar kenakalan remaja yang tersembunyi seperti itu. Kalau di sekolah tersembunyi namun dampak kenakalannya di sekolah muncul. Jadi sebenarnya masing-masing keluarga, komite sekolah dan satuan pendidikan harus bekerja sama,” tambahnya. ( mp/sbm)

Related Posts