Pendidikan

SMAN 18 Bekali Orang Tua Dalam Seminar Parenting

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID SMA Negeri 18 Medan mengadakan “Seminar Parenting” guna membangun karakter peserta didik dengan disiplin positif dari rumah untuk mewujudkan karakter peserta yang berdimensi pelajar Pancasila.

Seminar dibuka Kepala SMAN 18 Medan diwakili Wakasek Humas Tetty Sitorus dengan moderator Wakasek Kurikulum Puji Purworini menghadirkan Fadillah Rahmi Nasution fasilitator pendidikan guru penggerak Kemendikbud RI yang diikuti seratusan orang tua siswa-siswi kelas X yang digelar di Halaman SMAN 18 Jalan Wahidin Medan, Sabtu (4/11/2023).

Dalam sambutannya, Tetty menyambut baik acara seminar parenting ini yang sangat luar biasa bisa diadakan di sekolah. Dengan seminar ini diharapkan kepada orang tua bahwa belajar itu sepanjang masa dan tanpa henti. “Bapak dan ibu di rumah memiliki peran penting dalam pembinaan karakter anak,” katanya.

Lanjut dia, saat ini banyak masalah yang ditimbulkan oleh anak didik itu biasanya bersumber dari dalam rumah tangga. Kekurangan guru menjadi kelemahan kekurangan orang tua dan keberhasilan guru menjadi kebahagiaan orang tua.

“Tren peningkatan kenakalan, kekerasan siswa, perundungan (bully), tawuran, geng motor dan narkoba di sekolah menjadi masalah berat yang dihadapi sekolah. Namun kita tetap mewaspadai semua persoalan tersebut dan terus meningkatkan disiplin peserta didik dengan penguatan pendidikan karater,” tambahnya.

Sementara narasumber Fadillah Rahmi mengatakan, orang tua dan guru sebagai sebuah ekosistem dalam pendidikan ini harus bersinergi jangan melepaskan dan hanya menyerahkan anak di sekolah tanpa kemudian dikontrol.

Padahal sesungguhnya mendidik itu adalah tugas yang harus dilakukan orang tua sebagai tugas utama. “Kita melakukan dengan kolaborasi bersinergi antara orang tua dan guru dalam mendidik anak dan pembiasaan disiplin,” ujar guru sosiologi SMAN 1 Galang ini.

Lanjutnya, disiplin itu harus dimulai dari rumah tidak bisa di sekolah saja. Peran orang tua itu sebagai pioner dan contoh dalam menegakkan disiplin positif memberikan contoh keteladanan dengan nilai-nilai pendidikan. Memang harus dimulai dari sekarang.

“Orang tua harus memberikan sentuhan edukasi kepada anak dalam karakter disiplin. Kesadaran siswa masih rendah akan disiplin. Kalau sekarang itu ada istilah segitiga restitusi,” ujar sosiolog lulusan USU ini.

Fadillah menyebut, guru bisa mendampingi anak di sekolah. “Tugas kita hanya terus melakukan refleksi. Boleh jadi proses pendidikan yang dilakukan di sekolah mungkin tidak tampak memberikan sentuhan di kehidupan ini. Dengan pendampingan guru bisa menegakkan disiplin dalam diri siswa.

Sedangkan Wakasek Kurikulum Puji Purworini mengatakan, kegiatan ini merupakan program bidang kurikulum di SMAN 18 ditargetkan 252 orang tua siswa. Kegiatan ini untuk memberikan manfaat baru kepada orang tua tentang ilmu yang disajikan dalam seminar parenting.

Karenanya, program kesiswaan ini tentunya meningkatkan mutu sekolah, salah satunya meningkatkan mutu pembelajaran anak yang tidak lepas dari peran guru.

“Alhamdullillah mendapat respon positif dari semua orang tua yang hadir dan berdampak baik serta sejalan dalam penerapan disiplin positif.  Kalau di sekolah guru yang menerapkan, tapi jika tidak ada peran serta dari orang tua tentunya itu akan sulit,” terangnya.

Reporter : Marlan Pasaribu

Related Posts