TNI AU

Lima Dosa Yang Dapat Menghapus Pahala Puasa

Oleh : Letkol Sus Giyanto

Puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, namun harus mampu menahan nafsu syahwat atau nafsu syaithon, yaitu sesuatu yang bisa merusak nilai-nilai puasa. Maka dalam suatu riwayat dikatakan berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan dahaga.

Dalam sebuah Hadits, dikatakan yang “Diriwayatkan dari Anas R.A, Rasulullah SAW bersabda : Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu : berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang (lain jenis) dengan syahwat”.

1. Berbohong. Suatu ketika, seorang sahabat Rasulullah SAW bertanya kepada beliau, ”Mungkinkah seorang Mukmin itu pengecut?”
”Mungkin,” jawab Rasulullah.
”Mungkinkah seorang Mukmin itu bakhil (kikir)?”
”Mungkin,” lanjut Rasulullah.
”Mungkinkah seorang Mukmin itu pembohong?”
Nabi SAW menjawab, ”Tidak!”
Hadis itu mengisyaratkan, iman dan kebiasaan berbohong tidak bisa berkumpul dalam hati seorang yang meyakini Allah dan Rasul-Nya.
Bagaimanapun, berbohong pun tidak bisa tanpa memperhatikan konteksnya. Pada waktu dan tempat yang seperti apa ujaran kebohongan itu disampaikan.
Sebab, Nabi SAW pun membolehkan seorang Muslim untuk berbohong saat berada dalam tiga keadaan, yakni perang dalam jalan Allah (jihad fii sabilillah), mengupayakan perdamaian antarsesama Muslim, dan interaksi suami-istri dalam menjaga harmoni rumah tangga.

2 .Menggunjing. Menceritakan orang lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan pribadinya. Dan isi cerita itu benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, apabila yang diceritakan itu tentang kebaikannya atau hal-hal yang tidak membuatnya sakit hati, gunjingan ini boleh dan tidak berdosa. Seperti menceritakan tentang kelucuan, kecerdikan dan sebagainya.

Gunjingan yang haram adalah dengan ukuran, sekiranya orang yang digunjingkan itu mendengar, ia tidak rela. Nabi Muhammad SAW menjelaskan, maksud ghibah ini dengan sabdanya : “Ghibah adalah engkau ceritakan tentang saudaramu, yang sekiranya ia mendengar ia tidak rela,” (Hadits riwayat Muslim).

Dan apabila isi gunjingan itu melebihi keadaan yang sebenarnya, atau mengada-ada dengan menambah keburukannya, maka itu disebut Fitnah. Fitnah ini lebih buruk dari pada ghibah dan berakibat lebih berbahaya, hukum fitnah juga haram dan jika dilakukan dalam bulan Ramadhan, juga akan menghapuskan pahala puasa.

3. Mengadu orang. Mengusahakan agar terjadi permusuhan antara pihak-pihak yang tadinya rukun, perbuatan ini biasanya merupakan tindak lanjut dari gunjingan atau fitnahan. Mengadu orang dengan motivasi apa pun, baik hanya iseng, hobby, apalagi dengan tujuan mencari keuntungan atau membuat kekisruhan, semuanya dilarang dalam agama Islam. Sebab pihak-pihak yang diadu pasti akan mengalami kerugian, baik materi atau moral.

4. Bersumpah palsu. Bersumpah palsu dengan sengaja akan menguntungkan suatu fihak dan merugikan pihak yang lain. Dan pasti pula akan menghilangkan kebenaran berganti dengan kezholiman. Perbuatan ini sungguh sangat dilaknat oleh Alloh dan Rosul-Nya.

5. Memandang orang lain lawan jenis dengan syahwat
Yang dimaksud dengan syahwat disini adalah ada dorongan dari hati untuk memandangnya atau meneruskan pandangan yang mulanya tidak disengaja. Lima perbuatan dosa yang tersebut dalam Al-Hadits diatas semuanya adalah perbuatan haram.
Rasulullah SAW telah bersabda : “Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa (dari puasanya itu) selain lapar dan haus,” (Hadits Riwayat Bukhori Muslim).

 

Oleh : Letkol Sus GiyantoOleh : Letkol Sus GiyantoOleh : Letkol Sus Giyanto

Pos terkait