Pendidikan

Disdiksu Diharapkan Siapkan Anggaran APBD Mendukung Program Pencegahan Perundungan Dan Kekerasan Di satuan Pendidikan

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID -Hasil survei, Indonesia saat ini dalam kondisi darurat kekerasan terhadap anak. Berdasarkan hasil asesmen nasional (AN) tahun 2022 sekitar 34,51 persen peserta didik atau 1 dari 3 peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual.

Sekira 26,9 persen peserta didik atau 1 dari 4 peserta didik berpotensi mengalami hukuman fisik dan 36,31 persen peserta didik atau 1 dari 3 peserta didik berpotensi mengalami perundungan.

Demikian diungkapkan Pj Gubernur Sumatera Utara Dr Hassanuddin diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr Agus Tripriyono pada Pembukaan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Teknis Guru Program Roots SMA, SMK dan SLB Dinas Pendidikan Provsu di Aula Raja Inal Siregar, Selasa (17/10/2023).

Hassanuddin mengatakan, Dinas Pendidikan Provsu terus melakukan langkah-langkah strategis dengan melibatkan semua stakeholder terkait untuk menekan tindak kekerasan di satuan pendidikan.

“Salah satu bukti nyata bahwa Dinas Pendidikan mempersiapkan fasilitator guru yang akan menjadi pendamping sekolah dalam implementasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP),” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provsu Dr Asren Nasution MA mengajak seluruh pihak supaya berkolaborasi dan berkoodinasi, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provsu sebagai koordinator untuk memberikan informasi dan data mendukung PPKSP, galakkan kampanye kesadaran masyarakat pentingnya lingkungan belajar yang aman. Berbenah dan saling menguatkan guna mewujudkan pendidikan yang lebih efisien, efektif, berkinerja tinggi dan bebas dari tindak kekerasan.

Adapun poin penting yang harus diperhatikan :
Pertama, kita tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa perundungan dan kekerasan di sekolah adalah tantangan serius dalam dunia pendidikan tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan siswa tetapi mengganggu proses belajar mengajar dan menciptakan ketidaknyamanan.

Kedua, guru dan tenaga pendidik memiliki peran kunci mencegah perundungan dan kekerasan adalah model peran bagi siswa dan memiliki kemampuan untuk membentuk budaya sekolah aman, inklusif dan menghormati perbedaan. Ketiga, permasalahan perundungqn tanggung jawab bersama dengan keluarga, komunitas dan lembaga terkait.

Keempat, bimbingan teknis akan memberikan alat dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk menghadapi perundungan dan kekerasan di satuan pendidikan bisa mendengarkan pengalaman ahli membagikan praktik terbaii dan mempelajari strategi yang terbukti efektif.

Kelima, upaya pencegahan perundungan dan kekerasan untuk masa dan membantu siswa tumbuh dan berkembang dengan baik mempersiapkan siswa untuk sukses. Keenam, mengajak bapak dan ibu untuk aktif bertanya, berdiskusi dan berbagi ide. Kolaborasi dan pertukaran pengalaman adalah kunci untuk memajukan upaya pencegahan.

Ketujuh, Dinas Pendidikan Provsu berkomitmen untuk mendukung program pencegahan perundungan dan kekerasan di satuan pendidikan dengan menyediakan sumberdaya dan dukungan yang diperlukan untuk memastikan program ini di Sumut.

Sementara Kepala Perpustakaan Pusat Rusprita Putri Utami memberikan apresiasi kepada Pemprovsu dan jajaran Dinas Pendidikan Provsu yang begitu cepat dan tanggap menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Teknis Guru Program Roots SMA, SMK dan SLB guna menindaklanjuti PPKSP di Sumatera Utara.

Lanjutnya, Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang PPKSP yang merupakan episode Merdeka Belajar ke 25 menyebutkan, bentuk kekerasan yang diatur adalah kekerasan fisik, psikis, perundungan, seksual, diskriminasi dan intoleransi.
“PPKSP amat penting sebab akan menekan tindak kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Disdiksu Kurnia Utama, Kabid Pembinaan SMK Dr Suhendri, Kabid Pembinaan Ketenagaan Yeddi Sipayung, para kepala cabang dinas, Ketua MKKS SMA Provsu Mukhlis, Ketua MKKS SMA Cabang Dinas Wilayah I Gokman Sianturi, Kasubag Umum dan Kepegawaian Arwansyah Amin dan lainnya.

Pada kesempatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr Agus Tripriyono memberikan penghargaan kepada 3 siswa SMA Swasta Sutomo 1 Medan yang berhasil meraih prestasi Lomba Debat National School Debating Championship (NSDC) 2023.
Diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumut agar menyiapkan anggaran dari APBD untuk mendukung program pencegahan perundungan dan kekerasan di satuan pendidikan .(mp)
[17.35, 17/10/2023] +62 821-6509-8135: Penetapan dan Penahanan Tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana BOS dan Dana Komite TA 2020 /2022

Related Posts