JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Komite Seni Budaya Nusantara (DPW KSBN) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Hotel Neo Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) selama dua hari yaitu 12-13 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda organisasi setelah pelantikan kepengurusan DPW KSBN Kalimantan Tengah Masa Bakti 2026–2031 yang dilaksanakan sehari sebelumnya.
Ketua panitia Rakernas KSBN Kalteng, Natalia Asi, menyampaikan Rakernas dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP KSBN Indonesia, Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji, dan menjadi momentum penyusunan program kerja nasional periode 2026–2027.
Berbagai agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, termasuk penguatan seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas nasional yang perlu terus dikembangkan dan dipromosikan.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam Rakernas tahun ini adalah pelaksanaan kolaborasi Musik Nusantara yang akan melibatkan seluruh perwakilan daerah di Indonesia.
“Kegiatan berskala nasional ini direncanakan digelar di Kalimantan Tengah atau Jawa Timur dengan menampilkan kekayaan musik tradisional dari berbagai daerah,” kata Natalia Asi.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda organisasi setelah pelantikan kepengurusan DPW KSBN Kalimantan Tengah Masa Bakti 2026–2031 yang dilaksanakan sehari sebelumnya.
Kalimantan Tengah sendiri kata Natalia Asi, berencana menampilkan seni musik khas daerah seperti Karungut dan berbagai kesenian tradisional lainnya. Setiap daerah akan membawa identitas budayanya masing-masing untuk dipadukan dalam sebuah pertunjukan kolaboratif yang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.
Program ini diharapkan menjadi ruang interaksi dan pertukaran budaya antardaerah secara berkelanjutan. Selain kolaborasi musik, Rakernas juga menyoroti pentingnya penguatan eksistensi budaya lokal melalui pelestarian kearifan lokal di setiap daerah.
“Para peserta sepakat mengangkat keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, karena merupakan aset bangsa yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui berbagai program seni dan budaya,” jelasnya.
Dalam Rakernas 2026 ini, KSBN juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia. Kedua daerah dinilai memiliki kekuatan budaya dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang musik.
Upaya tersebut akan diperjuangkan secara bertahap mulai dari tingkat daerah hingga pemerintah pusat dengan harapan mendapat pengakuan yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
Sementara itu Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, menegaskan, bahwa budaya merupakan rumah bersama yang harus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keindahan dan keberlangsungan budaya sangat bergantung pada komitmen bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya.
Menurutnya, acara Komite Seni Budaya Nusantara di Palangkaraya Kalimantan Tengah ternyata bukan peristiwa biasa. Dari bumi “Huma Betang” lahir impian menjadikan Manado & Merauke sebagai Kota Musik Dunia.
“Wah mungkinkah ? Kenapa tidak ? Saudaraku Indonesia adalah Negara besar, ada 17.502 pulau, hampir 300 juta penduduk, 6 agama dan kepercayaan, sekitar 800 bahasa daerah dan ragam budaya yg sungguh kaya,” ucap Hendardji Soepandji
“Negara besar harus bermimpi dan bercita cita besar. Kita bukanlah ‘bangsa Tempe yang sering dibicarakan tetapi Indonesia adalah bangsa besar. Mimpi menjadikan Manado & Merauke sebagai kota musik dunia yang merupakan ‘dreaming’,” imbuhnya
Jika cita cita terwujud tambahnya,, maka berdampak positif bagi Manado dan Merauke yakni : 1. Bangkitnya industri musik di dua kota tersebut yg juga menjadi salah satu obyek wisata dunia. 2. Bangkitnya sekolah musik di dua kota tersebut, diajarkan di sekolah dasar dan menengah untuk memperhalus budi pekerti dan 3. Memperkuat rantai pasokan industri dalam negeri ditingkat global.
“Pastinya guna mewujudkan ‘big dreaming’ tersebut perlu keberanian dan ‘ART yang tinggi, dalam arti seni yang bersumber dari hati yang bersih dan jujur dalam menjalankan kegiatan yang akan menghasilkan inovasi dan kreativitas tanpa kenal menyerah sebelum keinginan terwujud,” kata Hendardji Soepandji.
Ia menambahkan, semua perjalanan mesti dimulai dari kilometer pertama, semua cita cita harus diawali dari langkah pertama.
“Manado dan Merauke menjadi kota musik dunia, bukanlah mimpi disiang hari, tetapi kenyataan yang belum terwujud, karena kita belum sungguh sungguh melangkah,” ucapnya
Dua kota ini untuk diperjuangkan oleh masyarakat dan Pemdanya.
Musik bagian dari karakter dari dua kota tersebut. Musik bagian dari identitas dari dua kota tersebut yang diperoleh dari hasil cipta rasa dan karsa selama ratussn tahun secara turun temurun yang diwariskan.
“Mari sahabat pecinta seni budaya, jangan pernah ragu apalagi menyerah, kita wujudkan Manado & Merauke Sebagai Kota Musik Dunia, bermodal niat luhur, tekad, keberanian dan art/seni demi “legacy” untuk anak cucu. Salam budaya,” ucapnya.
Melalui Rakernas tahun ini, KSBN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan menjaga budaya Nusantara agar tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bangsa di masa depan. (ARMAN R)



