Home / Nusantara / Rumah Warga Yang Kena Getaran PLTU Sicanang Sudah Pernah Dapat Bantuan CSR

Rumah Warga Yang Kena Getaran PLTU Sicanang Sudah Pernah Dapat Bantuan CSR

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Sejumlah rumah yang rusak akibat aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sicanang Belawan, dikabarkan belum semuanya dapat bantuan dari pihak PT PLN.

Pihak PLN meluruskan dan seperti keterangan Pejabat K3 dan UPK PLN Belawan, M Yahya di Medan, Senin (8/7) mengatakan, PLN sudah pernah memberikan bantuan CSR kepada masyarakat setempat yang berdampak getaran. “Berdasarkan keterangan Kepling 9, warga Sicanang dapat bantuan CSR,” ujar Yahya yang mengaku bertemu Kepling 9 pada 7 Juli 2019 di Medan, yang ditemani SPV.SDM & umum, Buchari, staf SDM dan umum, Muchtar, Humas PLN Kitsu,Abrar dan Probo dan perwakilan warga .

Salah satu bantuan CSR, kata Yahya, bantuan 3 perahu boat untuk Gapokan Bahari yang diserahkan, pada 2018 melalui ketuanya, Anwar.

Sedangkan soal ganti rugi rumah retak-retak, pihaknya menyarankan agar menanyakan langsung ke masyarakat. Sebab, PLN sudah melakukan perbaikan sisip rumah warga yang retak.

Sementara itu, perwakilan warga, Subagio alias Asmadi mengaku tahu persis permasalahan tersebut mengatakan, sumbernya dari PT AKE. Unit generatornya menimbulkan suara bising dan getaran. Waktu itu diadakan pertemuan dengan Muspika setempat, PLN dan PT AKE. Pertemuan itu di kantor Camat selama tiga kali. Solusinya, mereka membuat cerobong asap yang dibuang ke air sehingga suaranya berkurang.

“Rumah-rumah retak memang akibat dampak. Tapi di saat terjadinya pertemuan warga dengan pihak PLN dan PT AKE serta Muspika, terjadi kompensasi. Akhirnya ke luar dana kompensasi sekitar Rp365 juta. Lalu dalam kompensasi itu warga minta air gratis. Ini terjadi tahun 2016 lalu,” ujar Asmadi warga Lingkungan 9 ini.

Dana kompensasi itu, dialihkan ke pemasangan pipa air karena warga butuh air bersih. Dan hal ini merupakan kerja sama PT PLN bersama PT AKE dan PDAM. Sedangkan dana kompensasi yang disalurkan untuk pemasangan air sebesar Rp300 juta, selebihnya Rp65 juta dibagi-bagikan ke masyarakat yang terdampak. “Dana Rp65 juta tidak mungkin dibagi per orang. Jadi diambil inisiatif buat tenda, mesin genset, dan kursi di dua lingkungan, yakni lingkungan 9 dan 5, kursi ada 100-150 kursi per lingkungan di dua lingkungan,” katanya.

Sehingga, atas kompensasi itu, masalah sudah clear. Kemudian, PLN melakukan perbaikan rumah warga yang retak-retak dengan menyisip dinding yang retak didempul dikoordinir kelurahan. “Kalau menurut kami, masalah ini sudah selesai. Masyarakat juga sudah menikmati air bersih atas kompensasi dari PLN,” katanya.

Jika memang ada masyarakat yang protes meminta kompensasi, seharusnya duduk bersama kembali untuk membahas persoalan itu kepada warga yang berdampak. “Jangan mengatasnamakan warga, lalu ada LSM menggertak mau demo. Warga yang mana ini yang mau demo? Kita semua sudah sepakat karena sudah menerima kompensasi di 2016,” paparnya.

Jika ada tuntutan warga kembali, semua warga harus duduk bersama untuk membicarakan dan sosialisasi kembali. “Harusnya, jika tak mau kompensasi waktu itu, ya tolak. Jangan sudah diterima kompensasi, dinikmati warga, tiba-tiba diungkit kembali,” katanya. @DM

Check Also

Indonesia Diharapkan Damai Tanpa Kerusuhan, Pasca Pemilu 2019

Gunungsitoli, Klik7tv.co.id  –  Berbagai kalangan masyarakat di Kepulauan Nias khususnya di Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera …