Home / Pendidikan / Rektor : Di USU Ada Dosen Yang Radikal
Teks foto : Rektor USU Prof Runtung Sitepu bersama Ketua Dewan Guru Besar USU Prof Gontar Siregar, Dr Kerista Sebayang dan Roy Fachraby Ginting SH MKn mengacungkan jempol pada acara halal bi halal .

Rektor : Di USU Ada Dosen Yang Radikal

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID –  Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu menyatakan setuju dengan instruksi Menristekdikti agar Rektor harus menjaga kampus dari radikalisme dan diskriminasi. Sebab dua hal itu tidak sesuai dengan Pancasila. Kampus harus dijaga dan NKRI harga mati.

Kalau ada dosen dan mahasiswa yang radikal tinggal dihutan lah dia. Dosen itu kan digaji pemerintah,kata Runtung menjawab wartawan disela-sela acara halal bi halal di rumah dinas rektor Jalan Universitas kampus USU Medan, Selasa (11/6).

Dikatakannya,dulu ada info dari Menkumham dan disampaikan bahwa di USU itu ada yang radikal.” Kemudian saya telusuri dan dilakukan pendekatan di fakultas tertentu di USU. Hasilnya menggembirakan,dalam arti ada perubahan, dosen-dosen yang dinilai radikal itu sudah mau datang bila ada upacara di USU dan kita harapkan mereka itu tidak radikal lagi”,katanya.

Terhadap dosen USU Himma Dewiyana Lubis yang telah di vonis hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun , kata Rektor akan diberi peringatan agar tidak lagi membuat ujaran kebencian dan semoga memahami bahwa perbuatannya dulu itu keliru dan kini kembali ke kampus.

Dengan hukuman setahun , dengan masa percobaan 2 tahun ,diharapkan dosen ini tidak lagi mengulangi perbuatannya. Terhadap dosen boru Lubis ini akan dilakukan pembinaan dan peringatan tertulis. Artinya dalam 2 tahun ini dia tidak boleh melakukan sesuatu tindak pidana, kalau melakukan tindak pidana,segera di hukum setahun.

Ditanya tentang adanya Peraturan Menristekdiktik (Permenristekdikti) No 5 tahun 2019 tentang program profesi Advokat yang diterbitkan pada Januari 2019 untuk menjadi Advokat harus menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi dengan beban 24 sks,kata Prof Runtung Sitepu, dia belum ada mendengar untuk melaksanakan peraturan itu.

Kenapa Menristekdikti mengatur itu,belum saya dengar itu. Cuma, saya kira tujuan dari Menristekdikti itu bagus. Artinya, para profesional itu harus diberi bobot pendidikan di kelas-kelas pendidikan tinggi ,katanya. @ GN

Check Also

SISWA SMAN 12 DEPOK KUNJUNGI KRL BOJONG GEDE

KLIK7TV.CO.ID –  Sekitar 40 orang siswa-siswi beserta guru pendamping dari SMAN 12 Depok mengunjungi Kampung …