Home / Hukum / Pengamat Hukum Boasa Simanjuntak SH Setuju Ijazah Caleg Harus Diverifikasi Keasliannya

Pengamat Hukum Boasa Simanjuntak SH Setuju Ijazah Caleg Harus Diverifikasi Keasliannya

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Pengamat Hukum Boasa Simanjuntak SH mengatakan, sesuai Undang-Undang, hanya foto copy yang sudah dileges pihak dinas pendidikan, cukup sebagai syarat untuk menjadi caleg.

Menurut Boasa, pada 2009, ia mencaleg, kemudian mengajukan, bahwasanya harus disertakan ijazah asli, karena menjaga banyaknya menggunakan ijazah palsu. Pada saat itu pihak KPU Sumut Irham Buana menjawab, untuk apa kita terima ijazah asli disini. Sehingga saat itu cukup mencaleg dengan foto copy ijazah yang sudah dileges.

Saat itu, kata Boasa, untuk memverifikasi berkas-berkas seperti kesehatan dan sebagainya tidak bisa tepat waktu selesainya. Apalagi harus mengklarifikasi ijazah para caleg ke sekolah dan dinas yang bersangkutan.

“Kalau ada nanti indikasi yang menggunakan ijazah palsu, tentu akan ditindak walaupun dia sudah terpilih. Dan untuk sekarang ini, jika ijazah asli harus disertakan dan disimpan, kami tidak bisa menjamin keamanan ijazah asli tersebut. Siapa tau tercecer atau tertukar bisa makin jadi masalah dan berabe. Nah, yang terpenting foto copi ijazah kan sudah dilegalisir sesuai dengan aslinya, karena pihak dinas pendidikan tidak akan mau melegalisir, kalau sebelum memeriksa keaslian dari ijazah tersebut,”kata Irham seperti dikutip Boasa.

Ditanya, jika ada pengamat yang minta kepada Bawaslu dan KPU agar mengkonfirmasi semua ijazah caleg terpilih, itu kita dukung, kata Boasa di Medan, Selasa (9/7).

Jadi setelah si caleg terpilih, maka KPU harus melakukan verifikasi faktual keabsahan ijazahnya.

Artinya, KPU punya banyak waktu untuk melakukan verifikasi keabsahan ijazahnya. Bila ternyata ada ijazah aspal, maka KPU harus melaporkannya ke kepolisian. Terkait dugaan ijazah palsu, itu dibuktikan nantinya dalam penyidikan kepolisian, kata Boasa.

Pengamat politik Wara Sinuhaji

 

Terpisah Pengamat Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum menyatakan setuju kalau dalam pendaftaran menjadi caleg setiap orang itu juga melampirkan ijazah asli. Ataupun dilakukan verifikasi ke sekolah yang bersangkutan sehingga kelak kemudian tidak adanya terjadi penggunaan ijazah palsu.

Dikatakan Wara, selama ini kita di Indonesia kalau melamar pekerjaan berbeda dengan di luar negeri. Kalau di luar negeri dalam melamar kerja direkomendasi orang-orang tertentu, tapi kalau kita tidak pernah direkomendasi oleh orang-orang tertentu, sehingga kapasitas kemampuan kita tidak dipahami secara jelas oleh yang akan menerima kita.

Kalau kita dalam melamar kerja biasa yang diminta foto copy ijazah yang dilegalisir dan tidak pernah diminta dilampirkan ijazah asli untuk memverifikasi foto copy ijazah asli sehingga banyak terjadi manipulasi. Dan itu berkali-kali sehingga seolah-olah foto copy ijazah itu hanya sebagai persyaratan saja, dan ijazah tidak diperlukan. Sehingga banyak orang yang tidak pernah mengecap pendidikan formal, bisa saja meminjam ijazah temannya. Lalu nama ditempel, lalu diganti namanya, kemudian difoto copy lagi sehingga seolah-olah asli tapi palsu. Itulah yang banyak terjadi.

Jadi ke depan dalam penjaringan caleg, harus lebih teliti dalam menyeleksi terkait dengan ijazah. Harus dilampiri ijazah asli untuk memverifikasinya.

Kalau untuk pencalonan Bupati atau Walikota kabarnya sudah diverifikasi sampai ke sekolah yang bersangkutan. Harusnya demikian juga dengan para caleg ini harus diverifikasi ke sekolahnya. Kalau ijazahnya palsu maka tidak layak untuk mewakili rakyat, kata Wara. @DM

Check Also

Pendaftar Caleg dan DPD, Siap Diterima KPU Jabar

Bandung, Klik7tv.co.id  – KPU Provinsi Jawa Barat siap menerima pendaftaran calon anggota DPRD pada 4 …