Home / Pendidikan / Kacau Ujian Online SMA Gagal, Server Disdiksu tak Mampu Tampung Kuota
Photo Siswa yg mengikuti testing PPDB Online di SMAN 13 Medan

Kacau Ujian Online SMA Gagal, Server Disdiksu tak Mampu Tampung Kuota

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Pelaksanaan ujian online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA hari pertama, Jumat (14/6) kacau. Peserta sesi pertama seharusnya ujian jam 8.30 gagal, begitu juga pada sesi kedua jam 10.10. Alasannya server yang ada di Dinas Pendidikan Sumut tak konek ke jaringan yang ada di sekolah.

Menurut operator komputer yang ada di Disdiksu, server tak mampu menampung kuota peserta ujian. Misalnya jumlah peserta yang ujian hari pertama ini 500 orang, sementara server hanya mampu menampung setengahnya. Akibatnya jaringan komputer menjadi heng. Sebagai solusinya peserta ujian dikurangi sehingga beban agak terkurangi. Bagaimana teknis pengurangannya, pejabat di Disdiksu tak ada yang bisa dikonfrmasi. Sekretaris PPDB Saut Aritonang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, sementara Plt Sekretaris Ruslan tak mengerti apa-apa dan menyerahkan sepenuhnya pada panitia yang sudah dibentuk.

Melihat sistem kerja operator PPDB di Disdiksu mirip anak ayam kehilangan induk. Tim operator yang merupakan sewaan dari perusahaan teknik penyedia jasa IT nampak bekerja sendiri. Bahkan memutuskan sendiri apa yang harus dikerjakan tanpa adanya koordinasi dari pejabat yang sudah di SK-kan itu.

Maka jangan heran, tim operator PPDB Disdiksu seperti orang yang sedang main internet. Padahal pekerjaan mereka sangat penting, ratusan nasib generasi muda kota Medan ini tergantung pada mereka. Ironisnya, mereka bekerja sendiri tanpa ada yang mengawasi apalagi memberi arahan. Panitia PPDB 2019 sibuk dengan dirinya masing-masing.

Server canggih seharga Rp 1,98 milyar itu (APBD 2018), tampak tak berdaya. Menampung ratusan anak kota Medan ujian secara online saja, sudah KO. Bagaimana kalau se- Indonesia server semahal apa lagi yang harus diadakan.

Ketika di konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMA 13 Medan Muklhis, SPd, MPd, dia menyebutkan, seluruh ujian hari ini Jumat (14/6) dibatalkan. Karena sampai jam 16.00 server belum juga pulih.

Sementara SMA 13 sudah menyiapkan perangkat komputer yang canggih dengan menaikkan dayanya menjadi 60 mb. ” Sehingga jaringan dapat cepat diterima. Jika sudah seperti ini, kami tak bisa apa-apa. Karena jaringan semua berpusat di Disdiksu,” kata Mukhlis.

Pihaknya hanya bisa berpasrah dengan batalnya ujian online hari pertama ini.”Mungkin di lain hari saja, Senin atau Selasa, harinyakan masih lama,” ujar Kepala sekolah yang nampak tenang dan sabar menghadapi masalah ini.

Dijelaskan Mukhlis ujian online SMA 13 hanya diikuti 35 orang siswa. “Namun kita menyediakan 43 bangku sehingga dapat 2 rombongan belajar. Tahun pelajaran 2019 SMA 13 menyiapkan 12 rombel . Total kuota yang akan diterima SMA 13 sebanyak 400 siswa lebih,” jelas ketua MKKS SMA ini.

Ternyata, bukan SMA 13 saja yang mengalami nasib demikian, semua SMA kota Medan terutama 12 SMA yang menyelenggarakan ujian online terpaksa batal . Seperti SMA 2, 3, 4, 5, 11, 12, 13, 15, 16, 17 dan 19. Semua terpaksa dibatalkan.

SMAN 2 Medan juga mengalami nasib yang sama, 124 peserta ujian online terpaksa ditunda. Tahun ajaran 2019/2020 SMA 2 Medan akan menerima 436 siswa dengan 12 rombel.

Kepala Sekolah SMA 2 Medan Buang Agus nampak memantu peserta ujian yang berada di ruangan laboratorium. Namun apa daya, peserta tak bisa ujian, selain membuka online saja. Pokoknya satu hari ini sekolah memberikan komputernya gratis untuk mantan siswa SMP bebas membuka internet. @(mp)

Check Also

SISWA SMAN 12 DEPOK KUNJUNGI KRL BOJONG GEDE

KLIK7TV.CO.ID –  Sekitar 40 orang siswa-siswi beserta guru pendamping dari SMAN 12 Depok mengunjungi Kampung …