Home / Nasional / Indonesia Kekurangan Tenaga Kerja Terampil 9 Juta Orang

Indonesia Kekurangan Tenaga Kerja Terampil 9 Juta Orang

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Dra Farida Dwi Cahyarini MM mewakili Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, saat ini, Indonesia masih mengalami permasalahan ketenagakerjaan terutama dalam hal skills gap. Kebutuhan tenaga kerja ahli dalam bidang teknologi masih belum tercukupi.

Laporan World Bank 2016 bahwa Indonesia mengalami kekurangan tenaga kerja semi terampil dan terampil sebesar 9 juta orang pada 2015-2030. Padahal di sisi lain, Indonesia justru diproyeksikan menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 tahun 2030,kata Dra Farida pada pembukaan pelatihan Program Digital Talent Scholarship 2019 di Gelanggang Mahasiswa USU Medan, Selasa (9/7).

Dikatakan Farida, sesuai data dari Sakernas pada bulan Februari 2018, jumlah tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 5.13% di 2018. Jumlah pengangguran dari diploma sebesar 4%, sedangkan universitas mencapai 12%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tenaga kerja lulusan D3 dan S1 yang belum terserap. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam tidak terserapnya tenaga kerja adalah minimnya tenaga kerja terampil, terutama SDM yang dapat mengembangkan teknologi digital. Padahal, perkembangan teknologi kini semakin cepat mulai memasuki revolusi industri 4.0 dan kebutuhan tenaga kerja digital kini semakin meningkat.

Minimnya tenaga kerja teknis di bidang digital yang siap kerja, padahal di sisi lain permintaan dari industri cukup besar, menjadi isu yang harus kita pecahkan bersama. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai instansi pembina sektor diharapkan mampu merumuskan strategi untuk menyelesaikan permasalahan skills gap tersebut.

Dengan meningkatnya kemampuan teknis dari talenta digital di Indonesia, hal ini tentunya pun akan berdampak pada semakin percayanya industri teknologi untuk merekrut tenaga kerja dalam negeri sehingga angka penyerapan tenaga kerja akan semakin meningkat dan pengangguran lulusan S1, D3, SMK menjadi menurun.

Salah satu faktor penting yang menjadi tantangan besar dalam mendorong keunggulan kompetitif adalah sumber daya manusia. SDM yang unggul dan berbakat sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan Indonesia. Mengingat tantangan dan kebutuhan akan SDM di bidang digital tersebut, di tahun 2018, pemerintah melalui

Kementerian Teknologi dan Informatika menginisiasi program Digital Talent Scholarship yang telah berhasil dianugerahkan kepada 1000 penerima beasiswa di bidang Artificial Intelligence, Big Data, Cyber Security, Cloud Computing, dan Digital Business.

Dikatakannya, pada 2019 ini, program digital talent scholarship ini ditargetkan untuk 25.000 penerima beasiswa dalam empat jenis akademi yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Coding Teacher Academy (CTA) dan Online Academy (OA).

Pelatihan ini didukung 30 universitas negeri dan swasta serta 23 politeknik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sejak pendaftaran dibuka 20 April 2019, lebih dari 62.000 pendaftar.

Diharapkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, maka akan mampu mengurangi angka pengangguran dengan memberikan kemampuan siap pakai bagi lulusan S1, D3, SMK serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi bagi lapangan pekerjaan yang membutuhkan,katanya

Turut memberi sambutan Wakil Rektor IV USU Prof Bustami Syam dan panitia. Acara itu dihadiri unsur pimpinan perguruan tinggi lainnya dan diantaranya Wakil Direktur IV Polmed Ir Bertha Ginting MT. GN

Teks foto : Dra Farida Dwi Cahyarini MM mewakili Kominfo, Warek IV USU Prof Bustami Syam, Wadir IV Polmed Ir Bertha Ginting MT saat membuka pelatihan Digital Talent Scholarship 2019.@GN

Check Also

Panglima TNI Terima Pengurus Karate Kandaga Prana Shokaido

CILANGKAP, KLIK7TV.CO.ID –  Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aster Panglima TNI Mayjen …