Home / Nasional / Dua SMAN di Percut Seituan Kekurangan Guru Matapelajaran

Dua SMAN di Percut Seituan Kekurangan Guru Matapelajaran

Medan, klik7tv.co.id – Usai sudah pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA di Sumatera Utara yang berjalan dengan baik. Seperti di SMAN  2 Percut Seituan Jalan Pendidikan Pasar 12 Deliserdang yang diikuti sebanyak 234 siswa dibagi dua sesi dan 3 ruang ini berlangsung lancar dan aman karena tidak ditemukan kendala.

Kepsek SMAN 2 Percut Seituan Drs Marsito MSi ditemui di sekolahnya, mengatakan bersyukur karena ujian tidak ada masalah dan siswa juga dapat menyelesaikan ujiannya dengan baik.

“Walaupun masih kekurangan komputer, sekolah yang baru memiliki dua angkatan pasca peralihan dari kabupaten Deliserdang sekarang dibawah Pemprovsu perlu mendapat perhatian karena kekurangan sarana dan prasarana pendukung belajar siswa,” katanya.

Misalnya tambah kepsek, jumlah siswa keseluruhan 690 siswa baru mempunyai 1 laboratorium biologi dan tidak ada laboratorium komputer, laboratorium kimia dan laboratorium fisika. Selain itu kekurangan kelas dan guru mata pelajaran agama, olahraga seni. “Jumlah guru 34 ASN dan 22 orang guru tidak tetap (GTT) untuk mengisi guru ketiga mata pelajaran tersebut,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi Sumut melalui Cabang Dinas Lubuk Pakam agar segera memberikan bantuan untuk pendukung belajar di sekolah tersebut. “Kita juga akan mengusulkan bantuan ke Kemendikbud untuk mengalokasikan dana laboratorium, pengadaan meubiler di sekolahnya masih minim dan sedikit dan kebutuhan akan tenaga guru matapelajaran,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Percut Seituan Muliadi SPd MSi mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk segera mendistribusikan guru mata pelajaran sejarah dan agama yang kurang di sekolahnya.
“Jumlah guru 54 ASN dan yang GTT hanya 10 orang dan beberapa guru akan memasuki masa pensiun tahun ini,” ujar Muliadi seraya menyebutkan sekolahnya berdiri sejak tahun 1983 ini.

Ironisnya, bangunan sekolah juga sudah menyiapkan proposal untuk rehab gedung administrasi yang dinilai sudah tua dan ketinggalan zaman, sehingga perlu dukungan dari Pemprovsu mengingat SMAN 1 Percut Seituan ini merupakan sekolah pilot percontohan UNBK pertama tahun 2017 di Sumut.

“Kita bersyukur dari jumlah 333 peserta UNBK dari total 1.023 siswanya menggunakan 1 laboratorium dan 3 ruang komputer, meski harus meminjam dari MTsn 2 Percut Seituan berharap agar Gubsu lebih memperhatikan kondisi sekolah di pinggiran kota yang selama ini tetap mendukung pendidikan Sumut bermartabat,” katanya.

Paket C

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sunut Arsyad mengatakan, 253 sekolah di Sumut menggelar Paket C menggunakan UNKP dengan jumlah peserta 11.250 siswa.

Tiga anak binaan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak atau LPKA Kelas I Medan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Paket C. Mereka ujian sejak kemarin hingga 10 April 2019. “Pada hari pertama, anak-anak ujian mata pelajaran Agama dan Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah,” katanya.

Ketiga anak binaan yang mengikuti ujian dipidana karena perkara narkotika, perkara asusila, dan perkara pencurian.

USBN Paket C ini digelar Kemenkum HAM bekerja sama dengan Disdiksu dan Yayasan PKBM Puspa Medan. Selain ketiga anak binaan, terdapat 4 anak dari luar LPKA Kelas I Medan yang ikut ujian di sana.@mp

Check Also

Wagubsu Harapkan UN Tahun 2019 Berhasil 100 Persen

Medan, Klik7tv.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeksyah mengharapkan pelaksana Ujian Nasional (UN) Tingkat …