Home / Megapolitan / Bangunan Bermasalah di Kec. Tanjung Priok Semakin Menjamur
  Jl Griya Agung, Blok M 3 No 30-31, Kelurahan Sunter Agung tidak dilengkapi IMB

Bangunan Bermasalah di Kec. Tanjung Priok Semakin Menjamur

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Keberadaan bangunan bermasalah di wilayah Jakarta Utara, khususnya di Kecamatan Tanjung Priok semakin hari semakin hari semakin menjadi. Konyolnya, pihak-pihak terkait, mulai dari Walikota Jakarta Utara, Kasudin CKTRP Jakarta Utara hingga Kasatlak CKTRP Kecamatan Tanjung Priok terkesan tidak mau tau.

Hasil penelusuran Klik7tv.co.id dilapangan, ditemukan cukup banyak bangunan bermasalah di Kecamatan Tanjung Priok. Beberapa diantaranya adalah, 1 unit bangunan yang diduga tidak memiliki IMB di Jalan Griya Agung Blok M 3 No 30-31, Kelurahan Sunter Agung. Tidak hanya itu, juga ditemukan bangunan melebihi ketinggian di Jalan Komplek PT Podomoro Blok C 11 No 18, RT 005/011, Kelurahan Sunter Agung.

Jl Kompl. PT Podomoro Blok C 11 No 18, RT 005/011, Kel. Sunter Agung melebihi ketinggian

Walikota Jakarta Utara, Syamsudin Lologau yang dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan bermasalah tersebut lebih memilih bungkam.

Menanggapi maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Tanjung Priok tersebut, pengurus Lembaga Pemantau Pembangunan dan Masalah Perkotaan (LP2MP), Anggiat mengungkapkan ketidakheranannya.

“Sesungguhnya saya tidak merasa heran dengan banyaknya bangunan bermasalah di Kecamatan Tanjung Priok,” ujarnya.

Anggiat mengatakan, bahwa maraknya bangunan bermasalah diwilayah tersebut adalah akibat dari ketidakmampuan pejabat terkait. “Anak TK saja tau, bahwa membangunan gedung di DKI Jakarta harus dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika tidak ada IMB berarti tidak bisa membangun. Tetapi mengapa di Kecamatan Tanjung Priok bisa? Artinya diwilayah tersebut ada pengecualian,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata Anggiat, ada dugaan, bahwa bangunan bermasalah di wilayah tersebut sudah jadi ajang bisnis. “Bangunan bermasalah sudah menjadi lahan bisnis yang sangat menggiurkan dan mudah menghasilkan fulus,” tukasnya.

Dikatakan Anggiat, bahwa Anis telah salah dalam menempatkan pembantunya di wilayah Jakarta Utara. “Pergantian Walikota Jakarta Utara yang dilakukan Anis dengan harapan akan ada perubahan dalam segala aspek pemerintahan, termasuk tata ruang. Namun faktanya, keberadaan bangunan bermasalah di Kecamatan Tanjung Priok hingga saat ini bukannya berkurang, tetapi bertambah,” terangnya(Red)

Check Also

Berdiri di Jalur Hijau Stop Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

KLIK7TV.CO.ID – Pembangunan Pusat Kuliner Pluit, Jakarta Utara yang dilaksanakan PT Jakarta Utilitas Propertindo berbuntut panjang. Ternyata, lokasi …