oleh

Cegah Virus Carona, BKSDA Jawa Tengah Laksanakan Pemusnahan Hewan Kelelawar jenis Kalong dan Codot

-Kesehatan-26 views

SURAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah) melaksanakan Pemusnahan Hewan Kelelawar jenis Kalong dan Codot dalam rangka menyikapi penyebaran virus Corono yang dipimpin Ir. Titi Sudaryanti di Kompleks Pasar burung Depok Kel. Manahan Kec. Banjarsari Kota Surakarta, yang diikuti sekitar 50 orang. Sabtu tanggal 14 Maret 2020

Kegiatan tersebut di hadiri Drs. Said Romadhon (Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta), drh. Evy Nurwulandari (Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta), Ir. Titi Sudaryanti (Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA / Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah), dr. Abdul Aziz, ME (Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta), Sugeng Hariyanto, SE (Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kota Surakarta) , Slamet Sukeri (BKSDA Kota Surakarta) , dr. Suwarji (Kepala Puskesmas Kel. Manahan), Darmawan, SE (Lurah Pasar Depok)
i. Warjo (Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Depok, Ipda Eksan, SH (Panit Intelkam Polsek Banjarsari), Staf dan Security Pasar Depok, Para awak media baik cetak maupun elektronik.

Drs. Said Romadhon (Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta) menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti kebijakan bapak Walikota dimana mulai hari ini Solo ditetapkan sebagai KLB Corona.

” Untuk melayani masyarakat harus sigap dalam berbagai hal. karena di Solo sudah ada yang meninggal karena positif Corona. Kita harus melaksanakn langkah terbaik untuk mencegah penyebaran virus Corona.” kata Said

Ia menjelaskan di Pasar Depok Surakarta ada jenis kelelawar dan codot, dan oleh ahlinya kelelawar dan codot terdapat virus Corona, serta termasuk binatang yang bisa masuk didalamnya. dan kalau dibiarkan akan menularkan virus tersebut.

” Maka pedagang kita laksanakan pemeriksaan, dan kita menindaklanjuti dan sudah kita laporkan ke pak Walikota.” ujarnya

Sebelumnya menurutnya sudah kita sosialisasikan dan para pedagang sudah menyadari bahwa kelelawar dan codot akan dimusnahkan.

” Pemusnahan tidak gampang, kami juga berkoordinasi dengan BKSDA.
untuk membunuh hewan tersebut harus ada SOP nya, kita ijin ke Dinas lingkungan hidup. “

Lebih Jauh Said menambahkan, dalam langkah ini lanjutnya dengan mengevakuasi hewan tersebut, kemudian dikumpulkan sebanyak 193 ekor ditempatkan satu tempat. setelah itu dibius dan kemudian dilaksanakan pembakaran.

” Melalui ini diharapkan oleh bapak Walikota tidak ada lagi pedagang yang menjual codot dan kelelawar. tidak hanya codot dan kelelawar, kami dari Dinas Pertanian juga mengawasi jenis unggas lainya.” tengasnya

Sementara drh. Evy Nurwulandari (Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta) menjelaskan, dengan adanya wabah diWuhan China, kami melakukan pemeriksaan terhadap kelelawar yang dijual dipasar Depok ini.

” Hasil dari pemeriksaan laboratorium ditemukan ada virus betacorona. yang mana betacorona ini kemiripan dengan virus yang diWuhan masih jauh. artinya virusnya ini belum bisa menginveksi ke manusia secara langsung. tapi kelelawar merupakan binatang unik, yang didalamnya juga ditemukan virus lain, yang dimungkinkan bisa terjadi bisa bermutasi dengan hewan lain atau dengan manusia, kemudian ” ungkapnya

Selanjutnya menurutnya dilakukan langkah langkah pelarangan penjualan hewan ini, supaya virus tersebut tidak bermutasi, sehingga dapat menyerang manusia.@Iwan