oleh

Lanud SIM Peringati Hari Bela Negara Ke – 71 

-TNI AU-47 views

ACEH, KLIK7TV.CO.ID – Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari Bela Negara ke-71 Tahun 2019. Di lapangan Mako Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Kamis (19/12). Upacara yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Sultan Iskandar Muda dan Kipan C Yonko 469 Paskhas Banda Aceh ini berjalan dengan Khidmat dan lancar.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo yang dibacakan oleh Irup Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., pada upacara peringatan hari bela negara ke-71 menjelaskan. Suatu buktinyata Mr. Syafroedin Prawiranegara mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tanggal 19 Desember 1948 di Bukittinggi untuk membela kelangsungan hidup bangsa dan negara, berbagai wujud bela negara telah susulmenyusul silih berganti, untuk menunjukan kepada dunia bahwah Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap dan akan terus eksis untuk selama-lamanya.

“Dewasa ini, kita sama-sama cermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya. Sebagaimana yang telah diingatkan Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI,” jelas Presiden RI.

Beragamnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait. Untuk mewujudkan SDM Unggul demi kemajuan Indoneasia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74. Yakni Manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara.

Lanjut di katakan oleh Presiden sejalan dengan itu, pada tahun 2018 juga telah menginstruksikan tentang pelaksanaan rencana Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang dan tataran di seluruh Indonesia dengan melibatkan segenap jajaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintahan Daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud apresiasi atas berbagai keahlian warga Indonesia.

“Dalam aktualisasinya, bela negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat, serta dilandasi dengan sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. Dengan demikian, bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, akan tetapi juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi secara terus menerus,” tutupnya.@Red