oleh

80 Profesor USU Berharap Presiden Jokowi Punya Sikap Tidak Membiarkan Pelantikan Rektor Terpilih USU

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID –¬†Sebanyak 80 orang Guru Besar (Profesor) dari 139 Guru Besar Universitas Sumatera Utara menyatakan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo dan Ibu Ketua DPR Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Koordinator PMK-RI, Mendikbud , dan Gubsu untuk dapat menegakkan dan menghargai Keputusan Rektor USU Nomor: 82/UN5.1R/SK/KPM/2021, tanggal 14 Januari 2021, yang menyatakan bahwa rektor terpilih USU periode 2020-2026 yakni Dr Muryanto Amin SSos MSi, telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja dan berulang melakukan perbuatan plagiarisme dalam bentuk seff-p/ogiarism atau auto plagiasi.

Plagiarisme yang dilakukan Dr Muryanto tersebut bukan melanggar hukum, tetapi melanggar etika dan moral di Perguruan Tinggi . Harus ditegakkan sanksinya, tidak membiarkan pelantikan rektor terpilih USU Dr MA, dimaksudkan, guna memberi efek jera kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas di Sumatera. Bahwa perbuatan plagiarisme dapat merusak dunia pendidikan, kata Sekretaris Dewan Guru Besar USU Prof Dr Tamrin MSI yang didampingi Prof Edy Warman, Prof Dr Budiman Ginting, dan Prof Robert Sibarani di Medan, Jumat sore (22/1).

Surat pernyataan Dewan Guru Besar USU ini, akan segera kami sampaikan ke Presiden RI dan yang lainnya, paling lambat Senin (25/1) . Sampai saat ini sudah 41 orang Guru Besar (Profesor) yang tanda tangan, kami targetkan sampai 80 orang nantinya, kata Tamrin dan Prof Budiman serta Prof Edy Warman.

Dikatakan Guru Besar USU ini, kami anggota Dewan Guru Besar yang bertanda tangan ini merupakan bagian dari 139 orang anggota Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa kami mendukung sepenuhnya, keputusan Rektor USU Nomor: 82/UN5.1R/SK/KPM/2021, tanggal 14 Januari 2021, yang berbunyi: Pertama: menyatakan bahwa Dr Muryanto Amin SSos MSi (berikutnya ditulis Dr MA) telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja dan berulang melakukan perbuatan plagiarisme dalam bentuk seff-p/ogiarism atau auto plagiasi (plagiasi diri sendiri). Kedua, bahwa Dr MA telah terbukti melanggar Etika Keilmuan dan Moral Sivitas Akademika. Ketiga: menghukum Dr MA, penundaan kenaikan pangkat dan golongan selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal Keputusan ini dikeluarkan. Ke empat: Menghukum Dr MA untuk mengembalikan insentif yang telah diterimanya atas terbitnya artikel berjudul : A New Patronage Networks of Pemuda Pancasila In Governor Election of North Sumatera, yang dipublikasikan pada Jurnal Man in India, terbit September 2017, ke kas USU.

Ke lima: Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ke enam: Keputusan ini mulai berlaku sejak saat ditetapkan, dan apabila terdapat kekeliruan dalam penerbitannya akan diperbaiki kemudian sebagaimana mestinya.

Keputusan Rektor sebagaimana dimaksud di atas bersifat final dan mengikat, sesuai dengan Peraturan Rektor USU nomor 37 tahun 2017 Tentang Komite Etik USU. Kami menolak intervensi berbagai kekuatan yang memaksakan kehendaknya di USU, karena Universitas Sumatera Utara adalah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, otonom yang memiliki aturan dan pedoman sendiri untuk menyelesaikan persoalan internalnya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2014 Tentang Statuta Universitas Sumatera Utara, Peraturan-Peraturan Majelis Wali Amanat, Peraturan-peraturan Senat Akademik, Peraturan-peraturan Dewan Guru Besar, Peraturan-peraturan dan Keputusan Rektor, terkait dengan Pengeloalaan USU.

Harapan Kami kepada Presiden Jokowi , Ibu Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Koordinator PMK-RI, Mendikbud Nadiem Makarim dan Gubsu Edy Rahmayadi untuk dapat menegakkan dan menghargai Keputusan Rektor dimaksud, guna memberi efek jera kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas di Sumatera. Bahwa perbuatan plagiarisme dapat merusak dunia pendidikan.

Ditegaskan Tamrin, plagiarism yang dilakukan Dr Muryanto Amin ini melanggar etika dan moral perguruan tinggi, bila tetap dilantik, dikuatirkan nantinya bagaimana seandainya mahasiswa akan tetap demo, dengan alas an rektor yang dilantik diartikan menyuruh mahasiswa boleh menyontek. Itu bahaya dampaknya ke depan.

Prof Edy Warman dan Prof Budiman Ginting menegaskan, perbuatan rektor terpilih ini Dr Muryanto memang bukan melanggar hukum, tetapi melanggar etika dan moral di perguruan tinggi. Jelas mencoreng dan merusak nama baik USU bila tetap dilantik sebagai rektor. Kami jelas menolak dan keberatan, bila tetap dilantik,kata Prof Budiman.

Kami Dewan Guru Besar akan mendukung dan mengawal SK Rektor, agar tidak lagi terjadi plagiat oleh mahasiswa atau dosen di USU di masa datang. Ini jelas mencoreng nama baik USU yang sudah terbaik di klaster 1, kata Budiman.

Mahasiswa kami ingatkan tidak boleh menyontek, tetapi bila rektor terpilih tetap dipaksakan dilantik, nanti dibilang mahasiswa, rektor terpilih saja plagiarism.

Tidak layak seorang peneliti itu mengutip lagi tulisannya yang telah diterbitkan di jurnal, lalu diterbitkan lagi di jurnal lain, lalu kemudian mengambil uang insetif di USU . Kalau tetap dilantik, kami keberatan, karena sudah ada SK rektor USU yang final dan mengikat bahwa Dr MA dinyatakan sah bersalah melakukan plariarisme,kata Budiman dan Edy Warman.

Ditegaskan mereka ini, Presiden dan pemerintah harus punya sikap , tetapkan segera rektor terpilih yang sudah sah dinyatakan plagiarism, tidak dilantik. Dipilih ulang atau bagaimana, terserah kepada Majelis Wali Amanat (MWA) USU. Cari solusinya agar peristiwa serupa tidak terulang,kata Prof Tamrin dan Prof Budiman Ginting.

Guru besar yang menyatakan menduking sk rektor antara lain, Prof Indra Surya PhD,Prof Guslihan D Tjipta,Prof Dr Edi Irawan SH MH,Prof Dr Robert Sibarani Ms,Prof Dr Kerista Sebayang,Prof Dr Bustami,Prof Dr Erika Revida MS,Prof Dr Mahyudin K M Nasution,Prof Dr Hakim Bangun,Prof Dr Syafruddin,Prof Muhammad Basyuni,Prof Dr Ir Noverita S Vinolina MP,Prof Dr Dra Irnawati Marsaulina MS, Prof Hamzon Situmorang MS PhD, Prof Dr Nasruddin Noer M Eng Sc, Prof Tamrin, Prof Dr Ing Johanes Tarigan,Prof Dr Timbangan Sembiring MSC, Prof Dr Ing Ternala A Barus, Prof Dr Suwarto SH MH, Prof Dr Elisabeth Siahaan ,Prof Dr Ok Saidin SH MHum,Prof Dr Prihatin Lumbanraja MSi,Prof Dr Sunarmi SH MHum, Prof Dr E Herawati MSi, Prof Dr Eng Ir Irvan MSi, Prof Sondang PhD,Prof Dr Arlina Nurbaity SE MBA,Prof Dr Budiman Ginting SH MHum, Prof Dr Syahrudin,Prof Dr Ir Farel Napitupulu, Prof Dr dr Farhat,Prof Erman Munir, Prof Ernesa,Prof Dr dr Ridha,Prof Dr dr Dina,Prof Dr Kilsir,Prof Dr Paham Ginting, Prof Dr Anayanti Arianto, Prof Dr Khairunisa Nasution,Prof Dr dr Dharma,Prof Dr Jamaran Kaban MSC@.Indra

Teks foto: Sekretaris Dewan Guru Besar USU Prof Dr Tamrin MSI didampingi Prof Edy Warman, Prof Dr Budiman Ginting, dan Prof Robert Sibarani di Medan, Jumat sore (22/1) menyatakan dan menyurati agar Presiden dan pemerintah punya sikap mendukung SK Rektor USU yang menghukum pelaku plagiarism di USU.