oleh

Wasekjen FKM Flobamora Jakarta Mengikuti proses Ritual Adat “LITA PEMAU DO MADE” Di Desa Raemude – Kab.

-Seni Budaya-632 views

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID –  Ritual Adat Sabu”LITA PEMAU DO MADE”(Doa Kematian Hari Ketiga) Ritual Adat Sabu”LITA PEMAU DO MADE”(Doa Kematian Hari Ketiga) Sebuah ritual adat masyarakat suku Sabu seperti “Lita Pemau do made” sudah merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan adat yang wajib dilakukan bila ada kematian, kebiasaan seperti ini sudah dilakukan sejak lama sempai hari ini masih terus terpilihara dengan baik seperti yang hari inindilakukan oleh salah satu keluarga di Desa Raemude Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Tradisi atau kebiasaan adat ini tidak bisa dipisahkan dari orang-orang Sabu.

Salah satu contohnya acara Lita Pemau Do Made arti syukuran kematian hari ketiga bagi almarhum Bapak Yulius Lao Bani (Matade Liu Manu)

Dalam acara lita pemau do made (doa kematian hari ke tiga) itu tidak bisa terlepas dari kebiasaan potong hewan, untuk melakukan ritual adat orang sabu tadi pihak keluarga akan menyiapkan hewan-hewan akan disembelih kali ini keluarga Lao Bani -Leba Duru menyiapkan berupa 4 ekor Kerbau, 2 ekor kuda, 20 ekor babi dll.

Inti dari acara ini adalah sebagai tanda trima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memelihara almarhum sampai di mana ia dipanggil kembali menghadap Sang pemilik hidup, selain itu juga ritual ini dilakukan sebagai tanda penghormatan dan penghargaan bagi orang yang telah meninggal seperti penghormatan kepada bapak Yulius Lao Bani (almarhum) yang menurut cerita semasa hidup almarhum, beliau telah banyak membantu dan menolong orang lain, seperti jika ada kedukaan (Kematian) maupun suka cita seperti acara pernikahan beliau selalu membantu, sehingga sebagai balas budi baik terhadap almarhum Bapak Yulius Lao Bani(Matade Liu Manu) keluarga wajib melakukan semua ritual adat ini.

Selanjutnya semua hewan yang dipotong dagingnya akan dibagi-bagikan kepada keluarga maupun para tamu pelayat, dan pertama kali yang dibagi adalah keluarga inti atau orang dalam rumah, selanjutnya petugas yang bertugas menggali liang kubur, selanjutnya diberikan kepada para keluarga maupun pelayat yang pada saat datang membawa hewan, selimut, amplop, bahkan orang yang datang hanya membawa sirih pinang atau tembakaupun harus semuanya kebagian jatah.

Menurut keterangan salah satu putra almarhum Melkianus Lao Bani, sebagai generasi penerus, tradisi adat suku Sabu perlu kita lestarikan dan harus terus kita jaga dan pelihara dengan baik hal ini perlu kita lakukan supaya adat kita jangan sampai punah, contohnya ya seperti yang dilakukan hari ini.

Melki, menambahkan bahwa bagian dari melestarikan budaya adat suku Sabu adalah seperti yang saat ini dilakukan oleh Keluarga besar Lao Bani – Leba Duru hal ini membuktikan bahwa sampai hari ini budaya adat suku Sabu masih terpelihara dengan baik.

Selanjutnya Melki mengatakan bahwa sebagai orang Sabu budaya adat ini sudah berlangsung secara turun temurun sampai hari dan akan terus dipertahankan sampai anak cucu kami nanti.***

Penulis, Yustus Nenabu
Cium sabu