oleh

Berapa Sebenarnya Dokter Yang Meninggal Akibat Covid-19

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Anggota Komisi lX, Rahmad Handoyo, mempertanyakan selisih signifikan jumlah dokter yang meninggal akibat Covid- 19 ini dari IDI dan Kemenkes. IDI diketahui melaporkan 100 orang yang meninggal sedangkan Kemenkes 30.

Kemarin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan sebanyak 100 orang dokter yang meninggal dunia akibat Cobid-19, angka itu pun langsung menjadi sorotan nasional lantaran saat ini pandemi virus Corona sudah mulai meningkat.

Namun belum lama ini anggota Komisi lX DPR RI , Rahmad Handoyo mengungkapkan keraguannya atas kebenaran data tersebut. Sebab ia membandingkan dengan data yang didapat dari Kementerian Kesehatan yang disebutnya ” hanya” mencatat 30 dokter yang meninggal akibat pandemi virus Corona( Covid-19).

“Saya mendapat informasi yang cukup valid dari Kementerian Kesehatan bahwa dokter yang telah gugur hanya 30 orang bukan 100 seperti yang dikatakan ID,” kata Rahmad Handoyo pada Klik7tv.co.id Kamis (10/9/2020), ” Makanya saaya ingin bertanya, data yang sudah terlanjur dirilis IDI itu subernya dari mana ?”

” Menurut catatan IDI sudah ada 100 dokter yang gugur akibat terpapar Cobid- 19. Sementara menurut Kemenkes barub 30,”; imbuh Rahmad ” Selisihnya cukup signifikan”.

Rahmad sendiri tak berspekkulasi apapun soal perbedaan data tersebut. Hanya saja politikus PDI Perjuangan itu mendorong agar IDI bekerja sama dengan Kemenkes dal menyampaikan data, sehingga tidak menbulkan sesuatu yang kontraproduktif seperti saat ini.

“Kan seharusnya IDI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan bahu membahu dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Bukan merilis sesuatu hal ang kontraproduktif . Apalagi kebenarannya masih diragukan ,” kata Rahmad

Rahmad sangat menyoroti soal sumber data IDI yang jauh berbeda dengan laporan Kemenkes. Bisa memang nantinya IDI ternyata ada kesalahan , maka organisasi tersebut wajib merilis permintaan maaf karena sudah menyebarkan kabar yang meresahkan masyarakat.

Ke depannya, Rahmad berharap agar IDI bisa lebih bekerja sama dengan Kemenkes maupun Satuan Tugas Penangan Covid-19, bahu- membahu dan saling melengkapi. Ia berharap kejadian rilis data tanpa koordinasi hingga ada selisih signifikan seperti ini bisa dihindari ke depannya.

“Tolonglah agar IDI lenih hati- hati dalam menyampaikan data ke masyarakat ,” tuturnya Jika memang dalam perjalanannya ada yang tidak nyaman, ada ketidaksingkronan dengan pemerintah, dalam hal ini kementerian Kesehatan, jangan dibawa kedalam organisasi. Mari kita hilangkan ego organisasi,” pungkasnya. @Why