oleh

Aparat Hukum Diminta Usut Pelaksanaan BOS Afirmasi di Kab Samosir

-Pendidikan-1.763 views

SAMOSIR, KLIK7TV.CO.ID – Pada tahun anggaran 2019 yang lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Samosir) memperoleh alokasi dana BOS Afirmasi dari pemerintah pusat sebesar Rp 8.278.000.000 yang diperuntukkan bagi 123 sekolah jumlah anggaran yang berbeda-beda.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, dana BOS Afirmasi tersebut disinyalir diambilalih oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk menunjuk dan mengarahkan pihak sekolah melakukan pembelanjaan barang ke salah satu pihak tertentu.

Beberapa kepala sekolah yang berhasil dikonfirmasi Klik7tv mengaku, bahwa pihaknya tidak memiliki ruang gerak untuk merealisasikan anggaran BOS Afirmasi yang mereka terima.

“Kami tidak ada hak dan wewenang lagi pak, silahkan ditanyakan ke K3S, karena sudan dikop semua sama dia,” ujar salah seorang kepala sekolah seraya meminta identitas diri dan sekolah dia bertugas dirahasiakan.

Hal serupa juga disampaikan kepala sekolah lain pada kecamatan yang lain. Dirinya juga mengeluhkan adanya pengambilalihan dana BOS Afirmasi oleh K3S.

“Memang sesuai. Tapi pembelanjaannya sudah diatur sedemikian rupa,” tukasnya.

Salah seorang K3S yang berhasil dikonfirmasi menyebutkan, bahwa tidak ada pengambilalihan.

“Pada prinsipnya K3S tidak pernah mengambil alih atau mengarahkan kepala sekolah. Tapi karena mereka kurang paham melakukan belanja melalui Siplah, maka kami bantu,” ungkapnya.

Salah seorang Kabid di Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, Marannis Sihombing yang dikonfirmasi memilih bungkam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, Ricardo Hutajulu, yang dikonfirmasi menyebutkan, bahwa K3S adalah Kelompok Kerja Kepala Sekolah.

“K3S itu kepala sekolah. Jika ada kepala sekolah menyebutkan K3S, dia kan termasuk didalam,” sebutnya.

Ketika disampaikan ada K3S yang diduga mengambilalih pelaksanaan dana BOS Afirmasi, dirinya meminta agar melapor ke dinas.

“Jika ada kepala sekolah yang merasa haknya diambil, boleh melapor ke dinas pendidikan,” tuturnya.

Ditambahkannya, Ketua K3S tidak akan mengambil keputusannya tanpa kesepakatan mereka. “Barangkali sudah kesepakatan mereka,” akunya.

Namun salah seorang kepala sekolah mengaku, bahwa apa yang disampaikan Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir tersebut sebuah keniscayaan.

“Jika kami melapor ke dinas, sama aja kami menggali kubur sendiri. Sebab masalah ini juga diketahui oleh dinas. Jadi tidak mungkin kami melapor ke dinas,” katanya. @S