oleh

Rapim Parsibona Jabodetabek Tetapkan Pesta Bolon di Bulan Maret 2021

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Rapat Pimpinan Parsadaan Raja Sitorus dohot Boruna (Parsibona) Jabodetabek 2020 telah menetapkan untuk melaksanakan pesta bolon pada bulan Maret 2021 tahun depan. Dengan pertimbangan karena masa pandemi covid – 19 belum jelas kapan akan berakhir, dilaksanakan dengan prosedur new normal (normal baru yang ditetapkan pemerintah tetap dengan menjaga jarak dan menggunakan masker serta menjaga kebersihan diri).

“Sah keputusan pesta bolon dilaksanakan Bulan Maret 2021 dengan protap new normal,” ungkap Bistok Sitorus selaku Sekretaris I, di Lapo Mora Tabo Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).

Di hadapan rapat yang dihadiri kurang lebih 30 orang itu, Ketua Umum Parsibona Jabodetabek, Parulian Sitorus  dan Ketua Umum Presidium baru Mayjend TNI purn T. Daulat Sitorus menggantikan almarhum Dr. Ir. Tarmiden Sitorus, MSc (wafat di masa pandemic Covid – 19 bulan lalu.red)  mereka berdua  bersalaman dengan gaya covid 19 (siku tangan bertemu siku tangan) tanda bahwa rapat telah memutuskan jadwal penting pesta bolon (besar) Parsibona Jabodetabek tahun 2021 dimana berakhir juga masa kepempimpinan Parulian Sitorus selaku Ketua Umum dan akan dilanjutkan ke kepemimpinan yang terpilih nanti.

Dalam rapat itu, juga dibahas mengenai status kantor yang dokumennya masih dipegang pengurus lama (sebelum Parulian). Kali ini dalam rapim itu diputuskan dengan tegas bila dokumen sah kepemilikan tanah kantor yang terletak di Cempaka Putih tidak diserahkan maka proses hukum akan berjalan. Parsibona Jabodetabek menginstruksikan tim hukumnya untuk lebih mengutamakan jalan damai agar pihak pengurus lama mengembalikan dokumen tersebut agar diurus balik namanya bahwa asset tersebut bukan milik pribadi tetapi merupakan asset Parsibona Jabodetabek. Namun bila tidak ada jalan damai maka akan diproses secara hukum.

“Karena persoalan yang dibahas soal kebencian kepada individu Ketua Umum yang saat ini masih menjabat (Parulian) bukan melihat bahwa asset tersebut milik Sitorus dalam hal ini Parsibona Jabodetabek,” ujar Bistok mengutip jalan rapat itu.

Selain itu, rapat juga membahas penanganan biaya rutin pengeluaran secretariat Parsibona di masa Covid 19 yang tetap rutin harus dibayar, yaitu listrik, ATK, karyawan admin dan lainnya. Selama ini masih bergantung pada iuran Parompuon Sitorus. Sementara buku Parsibona Jabodetabek sudah dicetak namun, terkendala karena ada covid 19 distribusi dan pembayarannya. Padahal pembelian buku dari anggota Parsibona Jabodetabek salah satunya untuk kebutuhan rutin dimaksud, termasuk ada beberapa titik gedung kantor yang akan direnovasi. jef