oleh

Seorang Pasien Diduga Positif Covid-19 Meminggal di Rumah Sakit Umum Daerah Humbanas Dikubur Dengan Protokol Kesehatan

-Kesehatan-2.945 views

HUMBANAS, KLIK7TV.CO.ID – Diduga seorang pasien Positif Covid-19 (DS, 37 thn)asal Dusun Onggol Desa Sihastoruan Kec.Tarabintang yang berobat di Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kab.Humbang Hasundutan meninggal pada Hari Sabtu 20 Juni 2020 pukul 02.00 wib dini hari dan jenazah dibawa ke Dusun Onggol Desa Sihastorhuan Kec.Tarabintang untuk dikebumikan ,penguburan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 walaupun belum dipastikan apakah jenazah meninggal karena positif Covid-19 atau tidak.Sabtu ( 20/6/2020)

Sesuai dengan konfirmasi awak medya dilapangan dan Pengakuan Kapus Tarabintang Pak Sitohang bahwa pasien awalnya berobat di Puskesmas Tarabintang pada Tanggal 18 Juni 2020 dengan diaknosa Demam tinggi dan sempat diinfus selama satu hari namun tidak ada perobahan sehingga pasien di rujuk ke RSUD , Kab,Humbahas dan akhirnya pasien meninggal dengan dugaan Positif Covid-19.


Sangat disayangkan ketika jenazah hendak dikuburkan dengan protokol Covid-19 masyarakat sekitar bertanya tanya karena pihak Rumah Sakit Umum Daerah Humbahas yang membawa jenazah tidak bisa menunjukkan Surat Keterangan dari pihak Rumah Sakit sehigga masyarakat meragukan dan sempat menolak apakah benar pasien meninggal akibat positif Covid-19 atau tidak, karena penguburannya sesuai dengan protokol Covid-19.

Dinas Kesehatan Kab Humbang Hasundutan Bpk Kdi S. Lumantoruan dalam hal ini di wakili oleh Bpk Bastian Ritonga menyatakan bahwa jenazah tersebut dikuburkan sesuai dgn protokol Covid-19 dilengkapi dengan APD, padahal beliau tidak bisa bertanggung jawab apakah jenazah tersebut meninggal karena positif Covid-19,hanya saja katanya hasil rapied test reaktif,dan ketika ditanya apakah ada Surat Keterangan dari Rumak Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kab,Humbang Hasundutan tentang meninggalnya pasien tersebut beliau tidak bisa menunjukkan dan katanya masih menyusul dari Rumah sakit.

Namun, sangat disayangkan karena tidak adanya penjelasan dari pihak Rumah Sakit yang bisa bertanggung jawab atas meninggalnya pasien yang diduga positif Covid-19 sehingga masyarakat Dusun Onggol dan Kecamatan Tarabintang umumnya menjadi resah.

Sementara itu jenazah sempat tertahan didalam Ambulance selama tiga jam sebelum dikuburkan akibat penolakan dari beberapa masyarakat,sebab tidak adanya penjelasan dari pihak terkait tentang jenazah apakah benar meninggal karena Positif Covid-19 atau tidak,.

Namun setelah diadakan negoisasi dari Pihak Kecamatan disaksikan dari aparat Desa, Camat Tarabintang,Kapos dan Kapolsek Parlilitan,dari Babinsa Koramil Parlilitan beserta Tokoh Masyarakat dan Raja Huta Onggol jenazah dikuburkan dipekuburan umum di dusun Onggol.@(aris)