oleh

Terjang 10 KM Medan Sulit, Kodim Kotabaru Evakuasi Korban Longsor Gunung Putri

-TNI AD-5 views

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID, – Dalam upayanya membantu pencarian dan evakuasi korban longsor di kawasan Gunung Putri Desa Buluh kuning, personel Kodim 1004/Kotabaru harus menempuh jarak 10 kilometer dengan melalui medan yang sulit.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1004/Kotabaru Letkol Inf Rony Firtiyanto S. Sos., saat dihubungi melalui telepon di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/6/2020).

Diungkapkan Dandim, tanah longsor pada Senin (1/6/2020) sekitar pukul 05.30 Wita di area Pendulangan Puncak, Desa Buluh Kuning tersebut telah menelan korban sebanyak 7 orang meninggal dunia dan 6 orang luka-luka.

“Lokasinya berada di kawasan Gunung Putri, dan untuk menjangkaunya harus melalui jalan setapak sepanjang 10 kilometer dengan waktu tempuh 4 jam berjalan kaki, dengan kondisi medan yang sulit berupa hutan, jurang, lereng, serta melintasi beberapa aliran sungai,” jelas Rony.

“Ditambah lagi di lokasi tidak terjangkau sinyal telepon sehingga menambah tingkat kesulitan dalam pelaksanaan evakuasi dan pencarian tersebut,” lanjutnya.

Namun sulitnya medan yang harus dilalui dan kendala komunikasi tersebut, tidak menyurutkan personel Kodim 1004/Kotabaru untuk memberikan bantuan berupa pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor tersebut.

“Kita menurunkan personel dari Koramil terdekat yaitu Koramil 1004-09 Sampanahan, dan dipimpin langsung oleh Danramil Kapten Inf Amo Minggu. Dan melakukan evakuasi dan pencarian korban selama 2 hari,” kata Rony.

Sementara itu, Kapten Inf Armo Minggu dalam sambungan teleponnya menjelaskan selain membantu pencarian dan evakuasi, Kodim 1004/Kotabaru juga membantu proses pemakaman terhadap korban tanah longsor tersebut.

“Dari 7 orang korban yang meninggal dunia, 3 orang korban dimakamkan di pemakamam umum Desa Buluh Kuning, sedangkan korban lainnya dibawa keluarganya ke daerah asalnya masing-masing di Kalimantan Selatan,” jelas Armo.

“Untuk korban luka-luka, saat ini dirawat di Puskesmas Desa Banian,” lanjutnya.

Dengan kejadian ini, Dandim 1004/Kotabaru menghimbau agar masyarakat lebih memperhatikan faktor keamanan dalam melakukan aktivitasnya, terutama di daerah yang rawan tanah longsor seperti di lereng-lereng pegunungan.

“Apalagi di wilayah Kalimantan Selatan saat ini, memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi dan di sertai angin kencang,” ucap Rony.

“Dan terima kasih kepada masyarakat dan instansi lainnya atas kerja samanya, terutama semangat pantang menyerah dari personel Kodim 1004/Kotabaru sehingga pencarian dan evakuasi ini, dapat berjalan dengan lancar dan aman di tengah sulitnya situasi dan medan yang dihadapi,” pungkasnya.@Red

(Dispenad)