oleh

TNI AL Berhasil menangkap para pelaku pencurian dan tindak kekerasan di atas kapal yang berlabuh di perairan Batam dan Selat Singapura

-TNI AL-2 views

Tanjungpinang,, Klik7tv.co.id – Angkatan Laut terus gencar melaksanakan pencarian terhadap terduga pelaku percobaan pencurian diatas kapal tanker MT Ocean Leader bendera Singapura yang terjadi pada (17/5) di Selat Riau Perairan Utara Pulau Tanjung Sauh, dengan menurunkan Tim F1QR Unit 1/Jatanrasla Lantamal IV untuk mencari jejak pelarian para pelaku.

Hasil pendalaman di daerah Dapur 12 Sagulung Batam didapat informasi adanya sarana boat pancung bermesin tempel 40 PK yang dicurigai sering digunakan untuk melakukan tindak kriminal pencurian barang kapal, sehingga Tim Fleet 1 Quick Respond (F1QR) Lantamal IV menindaklanjuti dengan melaksanakan patroli di Perairan Sekupang – Tanjung Uncang – Sagulung – Dapur 12 Batam.

Saat Tim F1QR Lantamal IV melaksanakan patroli di Perairan Selat Bulan Batam, mendapatkan kontak boat pancung yang mencurigakan berisi sekitar 4 orang bergerak dari arah Tanjung Uncang Batam mengarah ke Puluh Buluh Sagulung Batam, selanjutnya dilaksanakan pengejaran dan boat pancung tersebut mengarahkan haluannya ke kedangkalan di Pulau Melintang dan mengandaskan boat pancungnya kemudian keempat orang tersebut melarikan diri menuju hutan bakau, Tim terus melaksanakan pengejaran dan pencarian.

Dari hasil pengejaran tersebut, Tim F1QR Unit 1/Jatanrasla berhasil mengamankan sarana yang digunakan pelaku beserta barang bukti berupa boat pancung kayu panjang 7 meter mesin tempel 40 PK merk Yamaha, serta 10 karung berisi spare part kapal yang diduga hasil tindak kriminal di laut.

Usaha dan kerja keras Tim F1QR Unit 1/Jatanrasla membuahkan hasil dengan mengamankan 2 (dua) orang terduga jaringan pelaku inisial SB alias DN (26 tahun) dan HD (25 tahun), keduanya bertugas sebagai pendukung antar jemput terhadap pelaku yang berhasil melarikan diri yang telah diamankan untuk dilaksanakan pendalaman untuk mencari keberadaan pelaku lainnya.

Dari keterangan keduanya bahwa para pelaku yang melarikan diri ke hutan bakau di Pulau Melintang Selat Bulan diantaranya EB, JS, PB, SA, dan SE alias PS.

Berdasarkan informasi tersebut, dilaksanakan pelacakan nomor handphone/handphone trace kepada salah satu pelaku inisial SE alias PS dan didapatkan posisi yang sasaran berada di BTS Sagulung Batam, dan informasi dari SB dan HD melalui hasil komunikasi via handphone bahwa PS sudah berada dirumahnya di Kavling Lama Kelurahan Seilekop Sagulung Batam.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim F1QR Lantamal IV dan Tim F1QR Lanal Batam menuju lokasi sasaran untuk melaksanakan penangkapan dan berhasil mengamankan salah satu pelaku SE (32 tahun) dipersembunyiannya di Blok No. 30 RT 07 RW 08 Kelurahan Seilekop Perum Sagulung Bahagia Kecamatan Sagulung.

Dari pengembangan terhadap SE dan diperoleh informasi bahwa salah satu rekan pelaku lainnya yaitu JS saat ini sedang berada dirumahnya di Kavling Melati Kelurahan Seipelunggut Sagulung Batam. Tim langsung bergerak menuju sasaran dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, berdasarkan pengakuannya yang bersangkutan bertugas selaku pemanjat kapal saat melaksanakan aksi pencurian di kapal, yang bersangkutan adalah pemain lama dan pernah 2 kali ditangkap Tim F1QR Lantamal IV dalam kasus perompakan.

Tim Gabungan F1QR Lantamal IV dan Lanal Batam terus melaksanakan pencarian terhadap dua pelaku lainnya yang masih melarikan diri yaitu EB yang beralamat di Perum Sagulung Sumber Jaya 1 Blok A11 No. 25 RT 001 RW 002 Kelurahan Sei Langkai Kecamatan Sagulung Batam dan SS yang beralamat di Perum Central Park Blok L No.10 Kecamatan Tanjung Uncang Batam.

Selanjutnya keempat pelaku yang berhasil ditangkap beserta barang bukti diamankan di Kantor Pomal Lanal Batam. Dari hasil pengakuan dari SE dan JS bahwa barang bukti spare part tersebut merupakan hasil tindak pencurian pada kapal tanker MT. Medan yang berlabuh di Perairan Batuampar Batam. Untuk itu, perlu dikoordinasikan kepada agen pelayaran kapal tersebut untuk membuat laporan kehilangan agar dapat diproses lanjut oleh penyidik yang berwenang.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa Koarmada I tidak akan berhenti menumpas tindak kejahatan dengan kekerasan di laut, serta aksi pelanggaran lainnya untuk menjamin rasa aman pengguna laut yurisdiksi nasional. pungkasnya@Red